-->

Visitor from the past week

[Animenya Indonesia] Battle of Surabaya, Antara Kualitas Animasi dan Nasionalisme







SPOILER ALERT: PERINGATAN! Esai film tentang Battle of Surabaya ini membincangkan inti cerita dan momen kunci filmnya. Waspadai bocoran cerita di tulisan ini.

Pada 22 Agustus lalu pengelola akun fanpage Facebook film Battle of Surabaya menuliskan status begini, "Fakta Pertaruhan harga diri bangsa antar negara: INSIDE OUT (Amerika) VS BATTLE OF SURABAYA (Indonesia), hanya bisa dimenangkan kalau penonton Indonesia mendukungnya dengan menonton di bioskop. Menurut kakak....?"
Di bioskop, Battle of Surabaya memang harus berhadap-hadapan dengan film animasi buatan Pixar milik Disney, Inside Out.
Namun, menjadi hal yang menarik untuk kita diskusikan bersama bahwa yang dipertaruhkan di bioskop saat ini adalah “harga diri bangsa” dan dengan demikian, bila memilih menonton Inside Out kemudian dicap tak nasionalis.

Menyebut harga diri bangsa dipertaruhkan oleh pertarungan Battle of Surabaya versus Inside Out tentu saja berlebihan. “Lebay”, jika menggunakan istilah masa kini.
Tapi, sejak dulu nasionalisme memang selalu jadi bahan jualan yang jitu. Hal ini tampaknya yang ingin dikedepankan sang pemilik film Battle of Surabaya. Harapan mereka, jiwa nasionalisme dan patriotisme masyarakat bakal terlecut dan memilih menonton film buatan anak bangsa sendiri ketimbang bikinan Hollywood.

Lantas, apa jualan nasionalisme ini laku?
Biar angka yang bicara.
Dari data yang dimiliki pengamat perfilman Yan Widjaya, sampai Minggu (23/8/2015) kemarin, Battle of Surabaya (rilis sejak 20 Agustus) baru mengumpulkan 31 ribu penonton. Data laman filmindonesia.or.id per Senin (24/8/2015), naik sedikit jadi 37.393 penonton.
Battle of Surabaya jauh tertinggal oleh Magic Hour (386 ribu penonton) dan, apalagi Surga yang Tak Dirindukan (1,5 juta penonton).
Sedikit menyinggung film dan nasionalisme, kita memang dengan mudah menyebut apa yang dimaksud film Hollywood, film Bollywood, film Hong Kong atau semacamnya. Namun sejatinya, batas-batas teritorial dari sebuah film tak signifikan betul. Dengan sistem ekonomi terbuka dan kapitalistik yang berlaku di hampir seluruh permukaan bumi saat ini, film bisa melampaui batas-batas teritorialnya.
Sebagai komoditas selayaknya barang dan jasa, yang berlaku kemudian pada film adalah hukum ekonomi, yakni hukum supply dan demand. Saat permintaan pada film negara tertentu tinggi, maka produsen akan membanjiri pasar dengan produk film negara tersebut. Dan kerap kali film bikinan Hollywood yang lebih disukai pasar.
Dari sini negara yang kebanjiran film Hollywood biasanya melakukan proteksi. Tiongkok membuat aturan membatasi jumlah film Hollywood yang edar. Pemerintah kita tak lakukan itu. Maka, yang satu-satunya bisa dilakukan ya dengan melecut rasa nasionalisme penonton film.
Karena sifatnya hanya himbauan, penonton tetap memiliki kemerdekaan atas pilihan tontonannya.


Jualan nasionalisme ala Battle of Surabaya juga terdeteksi dari kabar yang menyebutkan filmnya sempat dilirik Disney. Kabar ini dihembuskan si empunya film dengan tujuan, tentu saja, menunjukkan kalau mereka sudah go international.
Berkiprah di dunia internasional diyakini bakal menyulut rasa bangga kita sebagai bangsa. Logika yang juga dipakai dari kabar itu juga adalah, “Disney saja melirik, masak Anda yang satu negara dengan pembuat filmnya ogah nonton.”
Pertanyaannya kemudian, apa isi filmnya memang bertujuan membakar rasa nasionalisme yang menonton?
Hm, di sini masalahnya. Film ini punya judul dan tagline bahasa Inggris: Battle of Surabaya, there is no glory in war. Saya tak tahu kenapa sineasnya tak memilih judul “Pertempuran Surabaya” dan tagline “Tak ada pemenang dalam perang.” Mungkin lantaran rasa internasional juga yang ingin dikejar film ini. Judul dan tagline bahasa Inggris terasa lebih “bunyi” bagi masyarakat internasional.

Lalu tengok pula gaya animasi yang dipilih film karya Aryanto Yuniawan ini. Kok, terasa sekali pengaruh anime alias kartun Jepang, ya? Kenapa tak memilih gaya gambar asli Indonesia?
Untuk soal yang terakhir ini saya mencoba maklum. Lantaran sedikit sekali film animasi panjang yang dihasilkan bangsa ini, hingga kini kita masih belum mendefenisikan apa yang dimaksud “gaya animasi Indonesia” sebagaimana Amerika atau Jepang dengan ciri khasnya masing-masing.

Pilihan berkiblat pada anime saya maklumi lantaran generasi sekarang memang lebih akrab dengan anime atau manga alias komik Jepang. Sineasnya juga mungkin merasa gaya anime bakal lebih diterima masyarakat internasional.
Namun ada hal lain lagi yang membuat jualan nasionalisme Battle of Surabaya di permukaan (lewat menubrukkan dengan Inside Out milik Amerika dan menyebarkan kabar filmnya dilirik Disney) terasa paradoksal dengan isi filmnya.
Menonton filmnya, pesan utama yang tersirat dari filmnya justru bukan rasa nasionalisme ataupun patriotisme yang ingin ditonjolkan, melainkan universalisme. Tapi di lain pihak, pesan universal yang mengatakan “there is no glory in war” sebagaimana ditulis di tagline-nya terasa problematis. Ambigu.
Tengok saja cerita filmnya. Kita awalnya dikenalkan dengan Musa, bocah yang bekerja sebagai penyemir sepatu dan juga kurir surat para pejuang. Ia mendapati perwira Jepang yang sudah dianggapnya ayah tewas dibunuh. Kemudian, ibunya juga tewas dalam kebakaran yang menghanguskan rumahnya. Sesaat sebelum tewas, ibunda berpesan, “Tidak pernah ada kemenangan dalam perang.”
Musa bersahabat dengan Yumna, penjual kue yang orangtuanya dulu bekerja pada keluarga Belanda. Saat Jepang masuk, majikan Belanda-nya dibunuh Jepang. Ibunya dijadikan jugun ianfu.

Di sini kita mendapat kesimpulan, Musa dan Yumna adalah bocah korban perang.
Lalu, kita juga berkenalan dengan tentara Inggris yang membenci perang, karena perang membuatnya kehilangan anak-istri. Namun, caranya membenci perang justru dengan mengobarkan perang. Ada pula Danu, pejuang republik yang punya agenda tersembunyi.
Perang kemudian memakan tokoh-tokoh kita. Yumna dan Danu diceritakan tewas. Musa kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Sekali lagi film ini punya pesan anti perang. Masalahnya, pada kenyataannya, pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 sudah telanjur dikenang sebagai momen paling patriotis dalam sejarah perjuangan bangsa kita.
Sejak dulu, pertempuran itu digambarkan sebagai momen penting saat pemuda-pemuda yang gagah berani mengorbankan nyawa mereka demi mempertahankan kemerdekaan yang baru diraih. Para pejuang di Surabaya dahulu, digambarkan begitu heroik--bersenjatakan bambu runcing--melawan penjajah yang persenjataannya lebih modern.
Di film ini pula kita melihat momen-momen kunci heroisme pertempuran Surabaya seperti perobekaan bendera Belanda di Hotel Yamato maupun pidato Bung Tomo yang membakar semangat juang.
Nah, jika filmnya punya pesan anti perang, kenapa pula menggelontorkan heroisme dan rasa patriotisme peperangan? Tidakkah hal itu jadi campur aduk.

Ada novelet karangan Idrus, seorang sastrawan angkatan ’45, berjudul Surabaya. Di novelet itu, yang ditulis tahun 1947 atau tiga tahun setelah pertempuran Surabaya, Idrus memposisikan dirinya dengan jelas: baginya pertempuran tersebut bukan aksi heroik nan patriotis. Melainkan aksi para koboi.
Ia menulis, “Orang tidak banyak percaya lagi kepada Tuhan. Tuhan baru datang dan namanya macam-macam: bom, mitralyur, mortir.” Pejuang kemerdekaan disebutnya koboi-koboi. Tentara sekutu disebutnya bandit-bandit.
Idrus juga menulis:
“Di tengah jalan cowboy-cowboy ditahan oleh bandit-bandit dan diharuskan menyerahkan senjatanya. Bandit-bandit berteriak, sambil mengacungkan bayonetnya: ‘Jiwamu atau senjatamu!’
“Cowboy-cowboy tidak mengangkat tangannya dan tidak pula mau memberikan senjatanya. Mereka berteriak: ambillah jiwa kami! — dan pada waktu berteriak itu mereka mulai menembak. Bandit-bandit pun menembak dan pertempuran seru terjadi.”
Battle of Surabaya yang dihasilkan animator-animator Yogyakarta dari MSV Pictures, anak perusahaan kampus STMIK Amikom Yogyakarta. tak memiliki ketegasan sikap macam novelet Idrus. Semua sepakat, pertempuran Surabaya paling diingat orang karena pertempuran di hari itu selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Maka, yang jadi pertanyaan, kenapa mengawinkan pesan anti perang di momen paling heroik bangsa kita?
Saya pernah membaca, pertempuran Surabaya dipilih sebagai latar film semata lantaran pertempuran tersebut telah mendunia.
Dari sini kemudian pembuat filmnya tampak bingung. Mau tak mau, heroisme, patriotisme, dan rasa nasionalisme di pertempuran 10 November 1945 muncul dan dikawinkan dengan pesan anti perang.

Sebetulnya, kelihatan filmnya hendak bersikap senada dengan anime masterpiece milik Studio Ghibli, Grave of Fireflies (1988). Film tersebut menceritakan bocah-bocah korban perang. Pesan anti perangnya jelas: bocah yang tak berdosa harus hidup menderita lahir batin, tak putus dirundung malang dan kemudian kehilangan nyawa.
Battle of Surabaya lagi-lagi tak punya ketegasan sikap macam Grave of Fireflies. Dengan ketaktegasan sikap itu, momen-momen dramatis saat tokoh-tokoh kita kehilangan nyawa malah tak terasa. Film ini gagal membuat karakter-karakternya menarik simpati kita, penontonnya. Bandingkan saat menonton Grave of Fireflies. Susah untuk tak menitikkan air mata saat momen klimaks filmnya.
Sekarang bicara kualitas animasinya. Sekali lagi, saya tak mempermasalahkan pilihan gaya mirip anime. Namun, bila hendak berkiblat ke gaya anime, ya jangan tanggung-tanggung. Desain karakternya sudah mirip anime, namun saat karakter-karakter itu bergerak masih terasa kaku dipandang. Kurang halus.
Yang terasa melegakan, film ini punya gambar latar yang bagus. Sedap dipandang. Dubbing dan tata suaranya pun terdengar jernih di telinga. Ini artinya, animator kita sebetulnya punya kemampuan membuat film animasi dua dimensi yang keren. Andai diberi waktu dan biaya lebih banyak lagi, hasilnya mungkin akan lebih rapi, tak kalah dari kehalusan anime.
Kelemahan kita hanya satu, pada cerita. Penggodokan cerita tampaknya belum maksimal. Alhasil, Battle of Surabaya menyodorkan cerita yang tak konsisten. Ah, andai saja…




sumber :  liputan6

Mengenang 10 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV



Tak terasa 25 tahun sudah SCTV memberikan dedikasinya dalam rangka menghibur masyarakat Indonesia. Jika kita melihat ke belakang, SCTV juga pernah menayangkan berbagai serial anime top dari Negeri Sakura.
Merayakan ulang tahun SCTV yang ke-25 pada tahun ini, maka tak ada salahnya jika kita mengenang kembali anime populer apa saja yang pernah menyambangi stasiun televisi satu untuk semua ini.
Dari sekian banyak anime fenomenal yang telah mengudara ini, tema yang ada memang cukup disukai oleh masyarakat Indonesia. Bahkan, anak-anak pada eranya tak henti-hentinya membicarakan di sekolah.
Lantas, apa saja anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV? Simak enam deretan terpilihnya berikut ini.


Samurai X

Rurouni Kenshin: Kyoto Inferno (Samurai X) telah tayang di bioskop Indonesia. Banyak fans yang lama menanti. Seperti apa filmnya?
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Samurai X
Samurai X atau yang di Jepang dikenal sebagai Rurouni Kenshin memang telah menjadi salah satu judul anime populer di Indonesia.
SCTV telah berjasa dalam menayangkan salah satu mahakarya Nobuhiro Watsuki ini. Apalagi, para pengisi suaranya mampu menghidupkan karakter Kenshin, Sanosuke, Kaoru, dan Yahiko secara tepat.
Anime Samurai X memiliki jumlah episode sebanyak 95 buah dan penayangannya sempat berpindah ke stasiun televisi lain. Saat tayang di SCTV, lagu pembuka dan penutup asli yang berbahasa Jepang tak diubah, hingga membuat para otaku bersorak gembira.


Popolocrois

Anime Popolocrois
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Popolocrois
Kisah dalam Popolocrois memang berasal dari video game. Akan tetapi setelah dirilis ke dalam format anime, SCTV tak ketinggalan menayangkan petualangan Pangeran Pietro ini.
Ditambah lagi, para pengisi suara yang menghidupkan masing-masing karakter pun terdengar menggemaskan, sesuai dengan desain tokohnya.

Anime Popolocrois
Konsep cerita anime yang sangat kental dengan nuansa fantasi dan kerajaan ini, turut dihiasi oleh soundtracknya yang indah. Kebetulan, lagunya pun tak dialih suara ke bahasa Indonesia. Jadi, melodi-melodi aslinya pun tiba di telinga kita.


B'T X

Simak anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV.
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
B'T X
Anime yang diadaptasi dari manga ciptaan pengarang Saint Seiya, Masami Kurumada ini, pernah menjadi favorit anak-anak di Indonesia pada masanya saat tayang di SCTV.
Apalagi di dalam ceritanya terkandung unsur-unsur menggugah yang cukup menginspirasi. Soundtrack yang dialih suara pun tak mengurangi kenikmatan dalam menonton.

Simak anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV.
Berbeda dengan Saint Seiya yang kala itu pernah tayang di stasiun televisi lain, B'T X mengangkat konsep pendekar yang bertarung dengan robot berbentuk hewan tunggangannya demi mengungkap misteri Kerajaan Mesin.


Tokyo Mew Mew

Anime Tokyo Mew Mew
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Tokyo Mew Mew
Dihiasi oleh karakter yang manis dan imut, Tokyo Mew Mew memusatkan pada lima gadis berkekuatan hewan yang membentuk sebuah kelompok pemberantas kejahatan.
Tentunya, SCTV pernah membuat para otaku wanita di Indonesia bergembira setelah menayangkan anime ini di hari libur.

Ada enam judul anime seru yang sangat sesuai bagi para perempuan. Apa saja itu?
Memang, kala itu anime bertema sama seperti Sailor Moon dan Wedding Peach terlebih dahulu populer di layar kaca Indonesia. Akan tetapi, Tokyo Mew Mew sukses memberi nuansa seru tersendiri.


Arale (Dr. Slump)

Anime Dr Slump (Arale)
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Arale (Dr. Slump)
Meskipun anime Dr. Slump sudah tayang sejak 1980-an di Jepang, namun SCTV berhasil membuat anak-anak Indonesia tertawa berkat penayangan kisah satu ini ke layar kaca tanah air.
Tema pembuka yang dialih suarakan ke bahasa Indonesia, menjadi satu rangkaian lirik lagu yang kocak dan menggelitik. Apalagi para pengisi suaranya sukses membuat kita gemas tanpa mengurangi sisi jenaka.
Salah satu mahakarya pengarang Dragon Ball, Akira Toriyama ini, aslinya hanya memiliki 18 jilid manga. Akan tetapi, anime aslinya diputar di Jepang sebanyak 243 episode.

Makibao

Simak anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV.
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Makibao
Anime Makibao atau yang berjudul asli Midori no Makibao, sangat terkenal ketika tayang di SCTV berkat para pengisi suara yang mampu mengimbangi unsur komedi di dalamnya.
Aslinya, anime bertema pacuan kuda ini mengudara di Jepang sebanyak 61 episode dari kisah manga yang jumlahnya hanya 16 volume.
Daya tarik Makibao tentu saja pada karakter utamanya, seekor kuda mungil bernama Midori Makibao yang bercita-cita menjadi juara balap kuda.

Street Fighter II

Simak anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV.
Simak anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV.
Street Fighter II
Selain judul-judul yang telah disebutkan, SCTV juga pernah menayangkan beberapa anime fenomenal nan seru dan menggugah lainnya.
Sebut saja Virtua Fighter, Sakura Wars, Magical Doremi, Monster Farm, Master Cooking Boy, Street Fighter II V, Ninja Kabamaru, UFO Robot Grendizer, sampai Magical Doremi.
Dari beberapa judul tersebut, tentunya tersimpan kenangan tersendiri bagi yang pernah mengalami masa kecil di pertengahan 1990-an hingga awal tahun 2000.

sumber : liputan6

Mengenal 20 Studio Anime Terfavorit di Jepang




Dalam memutuskan anime mana yang akan kita tonton, biasanya selain cerita, gambar, seiyuu, atau karya orisinilnya (game, manga, light novel), kita juga melihat studio manakah yang menjadi pembuat anime tersebut. Rata-rata nama sebuah studio anime itu konsisten dengan kualitas anime-nya nanti. Saat ini terdapat puluhan studio anime yang tersebar diseluruh pelosok Jepang, dan di postingan ini mari kita mengenal 20 studio pembuat anime terbaik di Negeri Sakura tersebut. Berikut daftarnya.
20. Silver Link

Silver Link didirkan pada tahun 2007. Anime mereka yang berhasil mendapat perhatian penonton adalah adaptasi dari Light Novel Baka to Test no Shoukanjuu. Anime komedi romantis ini mendapat sentuhan ala Akiyuki Shinbo karena sutradaranya pernah menjadi asisten Shinbo saat masih bekerja di Shaft.
19. GoHands

Berdiri Agustus 2008, GoHands adalah salah satu studio animasi Jepang yang didirikan oleh mantan anggota Satelight. Salah satu anime pertama mereka diproduksi adalah Princess Lover!. Untuk karya produksi anime mereka lainnya adalah Cheburashka Arere?, Seitokai Yakuindomo, K-Project, Coppelion.

18. CoMix Wave

Didirikan tahun 1998, CoMix Wave adalah studio yang memproduksi berbagai karya anime dari kreator-kreator anime, tidak hanya Makoto Shinkai. Karya lainnya termasuk anime mecha 3D Planzet dan anime pendek Inferno Cop bersama dengan Studio Trigger. Anime produksi studio ini juga sarat akan penghargaan skala internasional, seperti International Festival of Animated Film Stuttgart, Canada Fantasia Film Festival, Asia Pacific Screen Award, dan lain-lain. Penerima penghargaan itu kebanyakan adalah anime karya Makoto Shinkai.
17. Gainax


Besar di era 80an sering memproduksi anime original bertema mecha. Kalaupun tanpa mecha selalu kisahnya aneh seperti FLCL atau berakhir dengan ending tidak enak. Namun semenjak tren moe anime tahun 2000, studio ini perlahan meredup. Hingga tahun 2012 belum ada produknya yang meledak lagi seperti Neon Genesis Evangelion ataupun Tengen Toppa Gurren Lagann. Diperparah beberapa stafnya yang keluar mendirikan studio sendiri.
16. Trigger

Trigger sebenarnya adalah studio baru yang didirikan oleh Hiroyuki Imaishi, sutradara dibalik Tengen Toppa Gurren Lagann. Bersama dengan staf-staf yang mengerjakan Gurren Lagann, Imaishi meninggalkan Gainax dikarenakan dia tidak lagi bebas untuk membuat judul-judul orisinil. Karya studio ini antara lain Little Witch Academia, Kill la Kill.
15. WIT Studio

Studio yang mampu menjadikan seri Attack on Titan dari sebuah manga medioker yang orang dengar menjadi anime fenomenal dan merajai percaturan animanga seluruh dunia di tahun 2013, itulah WIT Studio. Dari trailer pertama Attack on Titan langsung terlihat hasil anime hasil studio ini terlihat sangat woow. Meski dibantu oleh Production I.G, WIT mampu menghasil Attack on Titan menjadi anime dengan kualitas yang sangat bagus.
14. Ufotable

Ufotable adalah sebuah studio animasi yang dibentuk pada tahun 2000 oleh mantan staf TMS Entertaiment melalui Cabang Telecom Animation Film di Nakano, Prefektur Tokyo. Biasa terlihat membuat OVA, film anime layar lebar atau klip cutscene game, Ufotable akhirnya kembali memasuki ranah anime seri TV dengan Fate/zero. Ufotable bukanlah pemain baru seperti WIT, dengan lebih dari 1 dekade sejarah berkarya. Namun saya sendiri baru melihat kekuatan Ufotable sejak film Kara no Kyoukai.
13. Madhouse

Studio animasi yang dibentuk pada tahun 1972 oleh mantan animator-animator Mushi Pro, Madhouse dikenal sebagai studio yang membantu beberapa karya animasi yang cukup dikenal, dimulai dari Ace o Nerae! pada tahun 1973, dan beberapa animasi favorit seperti Death Note, No Game No Life, Summer Wars, Wolf Children, dll., Studio ini juga bertanggung jawab atas produksi anime Beyblade pertama dan adaptasi Hunter x Hunter pada tahun 2011.
12. Studio Pierrot

Studio Pierrot adalah studio animasi Jepang yang didirikan pada tahun 1979 oleh mantan karyawan dari Tatsunoko Production. Kantor pusatnya terletak di Mitaka, Tokyo. Perusahaan ini memiliki logo yang sederhana dari wajah badut. Pierrot adalah kata sserapan dalam bahasa Jepang untuk badut, yang diadopsi dari karakter klasik Pierrot. Karya mereka antara lain Naruto, Bleach, Beelzebub, Doraemon, Yu Yu Hakusho, Blue Dragon.
11. Toei Animation

Toei Animation adalah nama sebuah studio animasi Jepang yang dimiliki oleh perusahaan Toei Company. Studio animasi ini didirikan tahun 1956, dan sejak saat itu Toei sudah memproduksi berbagai judul film animasi. Garapan-garapan mereka juga banyak dikenal di Indonesia. sebut saja One Piece, Dragon Ball, Air Gear, Gegege No Kitarou, Digimon.

10. Studio Deen

Studio yang terlahir tahun 1975 dan secara rutin menghasilkan anime-anime berkualitas. Beberapa anime terbaik dari studio ini antara lain Kore wa Zombie Desu ka?, Sankarea, Higurashi no Naku Koro ni series, serial Hetalia, dan tentu saja anime legendaris Rurouni Kenshin atau Samurai X.
9. Studio Ghibli

Studio paling disegani di seantero Jepang karena karyanya yang jauh di atas rata-rata dan kualitas yang menuai pujian kritikus. Studio yang bahkan disegani Hollywood ini merupakan salah satu pionir animasi Jepang yang juga banyak berkiprah di dunia internasional. Tak hanya di Jepang, karya Ghibli juga bahkan merupakan langganan nominator Oscar, dengan karya terbarunya, Spirited Away yang meskipun dikalahkan Frozen tetap dapat bersaing dalam satu panggung di gelaran akbar tersebut. Karya studio ini antara lain: My Neighbour Totoro dan Laputa: Castle in the Sky. Studio ini juga identik dengan salah satu tokoh hebatnya, Hayao Miyazaki.
8. Bones

Bones didirikan oleh anggota staf Sunrise, Masahiko Minami, Hiroshi Osaka dan Toshihiro Kawamoto pada Oktober 1998. Salah satu proyek pertama mereka yang bekerjasama dengan Sunrise adalah Cowboy Bebop: Knockin’ on Heaven’s Door, sebuah film berdasarkan serial TV anime Cowboy Bebop. Bones belakangan dikenal dengan karya besarnya yakni dua serial adaptasi Fullmetal Alchemist. Studio yang mempunyai artwork khas ini juga menghasilkan anime berkualitas seperti Soul Eater, Darker than Black, dan Eureka Seven.
7. J.C.Staff

Didirikan pada tahun 1986, studio ini menanjak lewat karya Toaru series, Sakura-sō no Pet na Kanojo, Shakugan no Shana, Kaichou wa Maid-sama!, Nodame Cantabile, Toradora!. Story yang epik, studio ini sukses membuat para penontonnya berdecak kagum dengan cerita-cerita saringan mereka. Karya lainnya yaitu Hentai Ouji To Wakarai Neko, Ano Natsu De Materu, Bakuman.
6. A-1 Pictures

A-1 Pictures adalah sebuah studio animasi Jepang yang dibentuk oleh mantan anggota Sunrise Mikihiro Iwata. Studio ini dibentuk oleh Divisi Produksi Animasi SMEJ, Aniplex, pada tahun 2005 untuk menganimasikan anime-animenya. Pada tahun 2006, studio ini membantu produksi anime Zenmai Zamurai, dan ditahun yang sama pada bulan Oktober mereka membangun studionya di Asagaya, ditahun selanjutnya mereka memproduksi seri anime pertamanya yang berjudul Oukiku Furikabutte. Beberapa anime yang digarap A-1 Pictures adalah Persona Trinity Soul, Anohana, Valkyria Chronicles, Working, Black Butler, Sword Art Online, Gin no Saji, Shigatsu.
5. Production I.G

Didirikan pada tahun 1987, Production I.G adalah studio yang di-visi-kan oleh sang pendiri sebagai studio yang ingin lepas dari manga sebagai sumber material utama untuk diadaptasi. Sehingga banyak karya I.G adalah karya orisinal yang dibuat khusus untuk anime. Higashi no Eden, Psycho Pass, dan Gargantia adalah karya orisinal terbaru mereka. Karya lainnya adalah Blood-C, Guilty Crown.
4. Shaft

Meski sudah lama didirikan tahun 1975, Shaft baru terkenal dewasa ini. Khas dengan visual yang kadang tidak kalah abstraknya membuat hampir setiap karya studio ini dapat dipisahkan dengan sekali lihat. Meskipun beberapa musim belakangan ini Shaft tampak selalu mendapat jackpot dengan adaptasi yang cukup fenomenal. Karyanya antara lain Mahou Shoujo Madoka Magica dan juga serial Monogatari-nya.
3. P.A. Works

Meski didirikan tahun 2000 namun baru mengeluarkan serial animenya sendiri pada tahun 2008. Bisa dikatakan P.A. Works merupakan pemain baru di kancah dunia anime Jepang. P.A Works biasa membuat anime dengan tema drama, dari True Tears, Angel Beats, Nagi no Asukara, tentu dengan visual yang indah. Glasslip juga mungkin akan menjadi drama indah P.A Works lainnya.
2. Sunrise

Studio anime yang paling dikenal atas seri anime Mobile Suit Gundam, tidak hanya dikenal tetapi Sunrise juga termasuk studio anime yang sangat besar dan mungkin terkaya di Jepang. Sunrise dibangun pada tahun 1972 oleh mantan anggota Mushi Production. Sunrise dikenal sebagai studio yang membuat berbagai anime yang cukup terkenal seperti Gundam, Votoms, King Gainer, Code Geass, Valvare, dan masih banyak lagi. Meskipun Sunrise memfokuskan pada anime-anime mecha, ada juga karya mereka yang non-mecha seperti Love Live!, Danshi, Gintama.
1. Kyoto Animation

Dan inilah posisi pertama, Kyoto Animation yang juga dikenal sebagai KyoAni berhasil meraih peringkat pertama. Sesuai namanya, studio yang berdiri pada tahun 1981 ini tumbuh dan berkembang di Kyoto Jepang. Studio yang beberapa tahun lalu akrab dengan tema feels dan selalu memancing air mata dengan adaptasi dari visual novel garapan Key ini sekarang lekat bak pengantin baru dengan tema Moe. Meskipun begitu patut dicatat bahwa apapun animenya karya KyoAni selalu ada di rata-rata peringkat atas anime favorit satu season, bahkan punya fans sendiri sebagai studio. Karyanya antara lain Melancholy of Suzumiya Haruhi, K-On!, Nichijou, Hyouka, Free!, Amagi Brilliant Park, dll.

Dari daftar 20 studio animasi di atas, mana saja studio yang menghasilkan anime favorit kalian?

sumber : sorewa

Full Sinopsis - Boruto: Naruto the Movie [Warning Heavy Spoiler]

FULL SINOPSIS - BORUTO: NARUTO THE MOVIE
*Warning: This Post Heavy Spoiler*
Source: ShonengameZ
Translate Indonesia: Admin Hanabi #DNI
Cerita ini dimulai ketika Sasuke bertarung melawan seorang pria misterius berpostur tubuh besar di sebuah area pegunungan. Dia adalah Kinshiki dari klan Ootsutsuki. Kinshiki memiliki kemampuan membuat sebuah senjata serang jarak dekat yang berwarna merah menyala dengan menggunakan tanda chakra di punggungnya. Saat Sasuke dan Kinshiki beradu pukulan demi pukulan, tokoh antagonis utama dalam cerita ini muncul – Momoshiki, memakan sebuah pil berwarna merah yang akan memberinya kekuatan, kekuatan ini cukup untuk membuat sebuah bola chakra hitam raksasa dan dilontarkan kepada musuhnya.
Setelah intro pendek ini diperlihatkanlah tim yang terdiri dari tiga orang karakter protagonis yakni: Boruto – Sarada – dan si misterius Mitsuki. Mereka semua dipimpin oleh ketua tim mereka, Sarutobi Konohamaru. Saat ini mereka mendapatkan misi untuk menghentikan panda raksasa dengan corak yang mirip dengan beruang (Sarada dan Boruto pernah sedikit adu argumen tentang mana yang benar, panda ataukah beruang). Panda itu berlari dengan liar melewati sebuah desa kecil di hutan. Saatnya kita akan melihat mereka menunjukkan kerja sama tim. Yah.. benarkah akan seperti itu?
Ketika Boruto merilis dua Kage Bunshin, Mitsuki menggunakan kemampuannya dengan memanjangkan tangannya untuk mengikat panda hingga tak bisa berkutik. Namun sebelum Sarada melayangkan tinjunya, dua klon bayangan Boruto sudah melayang dan menendang kedua mata binatang itu.
Ini adalah tim yang beranggotakan tiga orang kan? Lihat! Sudah ada tiga sosok diriku.” Dia berteriak setelah Konohamaru menunjukkan kekecewaannya pada Boruto. Setelahnya, Tim Konohamaru membawa panda/beruang itu ke desa, lalu Konohamaru menunjukkan kepada murid-muridnya alat baru yang telah diciptakan oleh para ilmuwan Konoha. Perangkat itu dinamakan ‘Forearm Device’, alat ini memungkinkan para ninja menyegel ninjutsu mereka dalam sebuah gulungan, menyusutkan ukurannya, kemudian meletakkannya pada alat ini, lalu menembakkan ninjutsu tersebut dari dalam gulungan kapan saja, tanpa menggunakan chakra (bahkan untuk ninjutsu yang belum sepenuhnya dikuasai dan belum pernah sekalipun dipelajari). Konohamaru menunjukkannya. Pertama-tama dia merilis Rasengan, menyegelnya ke dalam gulungan dan menembakkannya kedalam hutan, menghantam pohon, membuat pohon itu roboh dan menghancurkan sebuah rumah. Cerita kemudian beralih seputar desa Konoha. Konohagakure sekarang telah berkembang menjadi desa yang jauh lebih besar dan memiliki banyak teknologi baru. Ada televisi besar ataupun game genggam sebagai hiburan. Di beberapa area desa terdapat pula gedung-gedung pencakar langit.
Lalu diperlihatkan klon-klon bayangan Naruto sedang memilih hadiah, membeli semua makanan di supermarket (hal ini membuat Chouji dan puterinya – Chouchou merasa cemas), ia juga diwawancarai pada siaran langsung televisi di seluruh desa.
Naruto menjelaskan, “Ada tiga kata yang sangat penting bagi seorang ninja; Usaha, Kekuatan Tekad, dan… Haha, ya begitulah!”. Pewawancara itu menanggapi dengan, “Ah, bukannya itu hanya dua kata saja?”. Begitu wawancara selesai, klon Naruto yang tadi di wawancarai segera lenyap. Kemudian diperlihatkan Naruto yang asli sedang bekerja keras di kantor Hokage.
Setelah itu, Boruto yang nampak marah memasuki kantor Naruto bersama timnya. Bertingkah seolah-olah dia yang terbaik, menyatakan bahwa dia tidak perlu kerjasama tim.
Naruto mencibir tingkah Boruto. Saat momen ini terjadi, diperkenalkan karakter baru kepada penonton. Dia adalah Katasuke, seorang Jounin dan juga kepala ilmuwan peralatan ninja dari Konohagakure. Katasuke dengan sopan menjelaskan kepada Naruto mengenai ‘Kote’ (peralatan yang dipasang di tangan) yang sudah hampir siap. Naruto menghentikan penjelasannya dan berucap, “Kita bertarung menggunakan chakra kita, kita tak membutuhkan alat semacam itu.”  Katasuke kemudian meninggalkan kantor Hokage dengan cara yang sopan, sama seperti ketika dia datang. Hal ini memicu kemarahan Boruto dan mengatakan kepada ayahnya jika waktu telah berubah, begitu pula dengan cara bertarung. Naruto kemudian menegur Konohamaru yang telah memamerkan peralatan itu kepada muridnya. Naruto ingin Boruto melakukan sesuatu dengan usahanya sendiri. Dia juga berkata pada Boruto jika dia harus mengikuti Ujian Chunin yang akan segera diselenggarakan. Namun Boruto menjawabnya dengan berkata, “Itu tak berguna sebab aku tidak berencana menjadi Hokage.” Boruto juga berkata pada ayahnya jika dia marah sebab ayahnya terlalu banyak bekerja, sehingga hanya klonnya saja yang digunakan untuk menghabiskan waktunya bersama keluarga. Boruto keluar dari kantor ayahnya sambil marah-marah, namun sebelum benar-benar pergi dari kantor ayahnya dia berkata, “Hari ini adalah hari ulang tahun adikku, seharusnya kau datang!
Boruto lalu menemui Katasuke, mendebatnya soal janji Katasuke sebelumnya untuk memberinya video game merk terbaru. Katasuke kemudian berkata, “Jangan menyalahkan ayahmu, dia bangga padamu.” Boruto tidak yakin bagaimana harus memahami apa yang Katasuke katakan. Dia pergi bersama Katasuke, menunjukkan seringai licik di wajahnya. Scene berpindah ke sebuah dunia yang tampak aneh dan tandus. Di mana kita dapat melihat tubuh Hachibi terikat di sebuah pohon raksasa. Momoshiki dan Kinshiki terbang di atasnya. Ketika Momoshiki menjelaskan bahwa dia akan mengambil kekuatan Hachibi dan akan membunuhnya, dia mengambil sepasang pil berwarna merah.
Setelah itu dengan segera Hachibi melepas Bijuudama dari mulutnya, akan tetapi dapat diserap oleh mata yang ada di telapak tangan kanan Momoshiki, serangan itu kemudian ditembakkan kembali pada Hachibi, menimbulkan sebuah kerusakan besar dan menghancurkan Hachibi beserta Killer Bee.
Momoshiki kemudian memungut killer Bee dan melemparkannya ke lautan di sekitarnya, lautan yang tercipta akibat ledakan sebelumnya. Kita dapat melihat Killer bee yang tenggelam dengan perlahan-lahan ke dasar lautan. Sementara di Konoha, Boruto sedang bermain game RPG-like di sebuah konsol game genggam yang terlihat sangat menarik, melawan Inojin dan Shikadai.
Sarada kemudian berkata, “Aku akan menjadi Hokage, karena formasi tim kita ada tiga orang aku juga membutuhkanmu agar kita bisa mengikuti Ujian Chunin. Sehingga mimpiku akan terwujud.” Merespon perkataan Sarada tadi, Boruto berkata jika dia tak bisa bermain game dengan Shikadai dan Inojin, tapi mereka harus mengambil data game Boruto sehingga dia masih bisa berada di tim mereka. Inojin dan Shikadai hanya bisa mengatakan, “Uhh, dia selalu saja curang, bertingkah seolah tak bisa mengerjakan semuanya sendiri.
Akhirnya Boruto bersedia mengikuti Ujian Chunin bersama dengan mereka. Boruto bertanya-tanya mengenai semua hal yang selama ini ada di kepalanya, ‘siapakah orang tua Mitsuki?’. Tentu saja pertanyaan ini tidak terjawab, dan saat itu kita malah melihat Hinata dan adik perempuan Boruto – Himawari. Hari ini adalah hari ulang tahun Himawari, Boruto membantu ibunya mengurus bahan makanan (barang belanjaan) saat mereka sampai di rumah.
Malam itu, di keluarga Uzumaki.. Boruto, Hinata dan Himawari sedang duduk melingkar di sebuah meja sambil bernyanyi ‘Happy Birthday’ untuk Himawari. Naruto mulai menyalakan lilin diatas kue ulang tahun puterinya – Himawari, sambil berjalan ke arah meja. Namun saat lagu selesai dinyanyikan, Naruto menghilang menjadi kepulan asap putih. Kue yang dia pegang jatuh ke lantai dan rusak.
Naruto menggunakan klon bayangan lagi, ini membuat Boruto sangat marah, dia berteriak dan mengatakan soal ayahnya yang terlalu sibuk dengan semua pekerjaannya, sehingga tak peduli lagi kepada keluarganya, bahkan ketika puterinya sendiri ulang tahun. Hinata juga merasa kecewa terhadap Naruto, mengatakan jika dia kesepian dan merindukan Naruto.
Boruto pergi ke tempat studi ayahnya, dia melihat-lihat ke sekitarnya dan menemukan jaket oranye yang dulu pernah di pakai oleh Naruto saat dia seumuran Boruto. Boruto berkomentar, “Pakaian yang konyol!” dan melempar pakaian itu keluar jendela. Ketika Boruto sedang melampiaskan emosinya, bel pintu tiba-tiba berbunyi. Boruto kira itu adalah Naruto, sehingga tanpa pikir panjang dia membuka pintu dan langsung melayangkan pukulannya. Tapi pukulan itu dapat dengan mudah diblok oleh orang asing, sang misterius berpostur tubuh tinggi. Orang itu adalah Sasuke.
Hinata berjalan ke arah pintu, “Sasuke-kun?” . Sapaan Hinata membuat Boruto mengingat ayahnya, orang yang sedang ada di depannya itu adalah rival ayahnya. “Apakah kau tahu di mana Naruto?” Tanya Sasuke.
Hinata kemudian memberi tahu jika Naruto sedang berada di kantor Hokage. “Wow, dia benar-benar keren!” Kata Boruto, sinar matanya berbinar-binar saat melihat Sasuke melangkah pergi.
Sewaktu Sasuke masih separuh perjalanan menuju kantor Hokage, dia melihat pakaian lama Naruto yang lusuh, pakaian itu dilemparkan oleh Boruto tadi. Sasuke lantas memungut pakaian itu. Sekarang kita dapat melihat Boruto yang mencoba menyerang Sasuke lagi. Namun, tiba-tiba kakinya terasa dicengkeram oleh sesuatu yang berasal dari bawah bawah tanah.
Kumohon, jadikan aku muridmu. Aku ingin menjadi sekuat dirimu! Aku ingin mengalahkan seseorang!!” Boruto berseru dengan penuh antusias kepada Sasuke. “Bisakah kau memperbaharui Rasengan?” Sasuke menanggapi permintaan Boruto dengan pedas. Dilihat dari gerak-geriknya, sepertinya Boruto memang belum bisa membuat Rasengan. Sasuke mengakhiri pembicaraan mereka dengan berkata, “Kalau kau sudah belajar bagaimana cara menggunakan Rasengan, datanglah padaku.” Sasuke kemudian melanjutkan langkahnya menuju kantor Hokage. Dengan penuh harapan di matanya, Boruto berlari ke rumah Konohamaru. Dia berteriak-teriak di tengah malam agar Konohamaru mau mengajarinya Rasengan. Dia ingin mempelajarinya dari Konohamaru. Sasuke tiba di kantor Hokage dan setelah itu, “Aku lebih baik daripada kau!” / “Heh? Itukah yang kau pikirkan?”. Olok-olokan khas rivalpun saling mereka serukan. Sasuke memberi Naruto sebuah gulungan besar, lalu berkata bahwa dia tidak bisa membacanya dan butuh bantuan Naruto.
Beranjak ke hari berikutnya. Di mana kita bisa melihat Konohamaru sedang mengajari Boruto cara menggunakan chakra untuk membuat Rasengan, memerlukan waktu satu atau dua hari untuk meledakkan balon dengan benar. (Seperti yang dilakukan Naruto saat berlatih dengan Jiraiya di usianya yang sebaya dengan Boruto sekarang). Setelah dia berhasil meledakkannya, dia lalu belajar meledakkan bola karet. Setelah memakan waktu yang lama dia akhirnya bisa melakukannya. Sarada melihat latihan Boruto dari awal sambil sembunyi-sembunyi di balik pepohonan.
Setelah hari-hari pelatihan itu Boruto akhirnya bisa membuat Rasengan kecil (ukurannya kira-kira sebesar anggur).  Sasuke menanggapinya, “Itu terlalu kecil.” , kemudian memukul Rasengan itu dari tangan Boruto. Rasengan itu melayang dengan pelan ke pohon, dan menghilang sebelum mengalami kontak langsung dengan pohon. Hanya perasaan sedih yang terlihat di wajah Boruto saat ini. Sarada kemudian turun dari tempat persembunyian di pepohonan. Kita dapat melihat jika ini adalah interaksi pertama Sarada dengan ayahnya di dalam movie ini. Dia berkata, “Papa, aku rasa kau harus menerima dia menjadi muridmu.”, Sasuke lantas menjawab, “Aku sudah punya.”. Scene memperlihatkan kepada kita background tadi, pohon yang terkena Rasengan kecil Boruto ternyata berlubang.
Boruto jadi ingat alat yang diciptakan oleh para ilmuwan Konoha, dia juga bisa menggunakan gulungan orang lain untuk beraksi. Dia meminta alat itu kepada Katasuke dan menggunakan beberapa gulungannya juga. Katasuke tentu saja memberikannya, dan sekali lagi senyuman lebar itu mengembang di wajahnya. Hari berikutnya, Boruto yang menggunakan alat itu menunjukkan Normal Rasengan kepada Sasuke. Sasuke menyadari suatu hal yang ganjil, namun masih mau menerima Boruto sebagai muridnya.
Sasuke mengajari Boruto cara untuk membelokkan shuriken. Boruto segera berlatih membelokkan shuriken, pada target yang paling mudah. Sasuke kemudian mengharuskannya untuk mengenai target yang lebih sulit.
Setelah dua kali gagal, Boruto menjadi kesal dan Sasuke menunjukkan kepadanya bagaimana cara melakukannya, melempar dua shuriken sekaligus, memantulkan salah satunya dengan shuriken yang lain saat shuriken itu melayang, sehingga shuriken itu terdorong dan mengenai targetnya dengan tepat.
Tidak mungkin, hanya anggota klan Uchiha sepertimu saja yang dapat melakukannya!!” Boruto berseru dengan marah saat Sasuke menunjukkan teknik Kage Bunshin kepadanya, dia menciptakan enam  klon bayangan di depan Boruto. “Kau bisa melakukannya dengan benar, bahkan ayahmu saja dapat melakukannya saat dia seumuran denganmu.” Boruto kemudian menciptakan tiga klon bayangan lain,  Sasuke mengkritik jumlah klon yang dapat dibuat oleh Boruto, “Ayahmu bahkan dapat membuat 1000 bayangan. Kau perlu berlatih lebih keras lagi.
Skip ke Ujian Chunin. Di mana kita bisa melihat tim Boruto dan tim Shikadai serta beberapa tim Konoha lainnya bergabung bersama generasi baru dari desa-desa lainnya; Suna, Kiri, Kumo, dan Iwa. Ujian pertama mereka diawasi oleh Sai. Pertanyaannya adalah ‘Mana dua wilayah besar yang akan terlihat?’ , dua wilayah tersebut diberi dua tanda di atasnya yaitu tanda “O” dan “X” (X ataupun O, menggantikan pernyataan ‘benar’ ataukah ‘salah’). Setelah pertanyaan itu, semua peserta ujian tentunya akan segera memilih “O” atau “X”. Sarada kemudian beralih ke Boruto dan bertanya, “Menurutmu mana yang akan dipilih oleh ayahku – Sasuke?” Boruto menjawab, “Hmmm, jika itu ayahmu.. aku rasa dia akan menuju tempat yang salah!” dan akhirnya Sarada membuat keputusan, “Baiklah, kita akan memilih tempat yang benar, aku ingin berbeda dengan ayahku, aku ingin mengambil jalan yang berlawanan… Aku adalah orang yang akan menjadi Hokage.” Sai lalu menunjuk pada layar di atas mereka. “Mari kita lihat jawaban yang salah.” Katanya, saat layar berbaur menjadi “X” dan “O”, Sai kemudian berkata, “Keduanya benar, namun keduanya juga salah. Oleh karena itu…….” Tiba-tiba lantai di bawah mereka semua terbuka, baik tim yang memilih jawaban “X” ataupun “O”,  semuanya jatuh ke dalam lorong panjang yang mengarah pada sebuah sungai bawah tanah dangkal.
Banyak orang yang jatuh ke sungai, namun beberapa dari mereka menunjukkan kerjasama tim. Berusaha sekuat tenaga membantu satu sama lain. Mitsuki membentangkan salah satu tangannya ke atas lubang, dan satu tangannya yang lain dia gunakan untuk menangkap Sarada. Karena panik Boruto tidak tahu apakah dia harus menggunakan alat itu ataukah mencoba mencari jalan keluar yang lain? Dia terselamatkan oleh kunai yang menyambarnya sebelum tubuhnya membentur sungai. Shinki dari desa Suna, menggunakan kendalinya terhadap pasir besi. Untuk menciptakan pijakan yang dapat melayang dibawah dirinya dan rekan-rekan satu timnya, Yodo dan Araya. Mereka kembali melayang ke atas.
Apa yang sedang terjadi?!!” Sarada berseru sebelum Shikadai (yang sedang menggunakan Kagemane untuk menahan dirinya, Inojin dan Chouchou dan naik ke atas lubang) menimpalnya, “Ini adalah cara Sai untuk menguji kerjasama tim kita. Pertanyaan itu hanyalah untuk melempar kita ke bawah… Uh, merepotkan!”. Inojin kemudian berkata, “Itu adalah ayahku, dia tidak bagus soal merasakan ketegangan perasaan.”
Saat semuanya sudah kembali ke permukaan, Sai berkata kepada mereka jika orang-orang yang jatuh ke dasar sungai telah gagal mengikuti ujian tahap pertama, sedangkan orang-orang yang dapat kembali keatas dengan menggunakan kerja sama tim mereka dinyatakan lolos. Sementara itu, Naruto yang sedang menunggu kabar tentang Ujian Chunin berjalan mondar-mandir di satu titik di dalam kantornya, dia mulai mendengar langkah kaki mendekat, jadi dengan malu-malu dia duduk kembali di mejanya dan pura-pura menulis. “Yo Naruto, putramu berhasil melewati ujian tahap pertama.” Shikamaru berkata saat dia memasuki ruangan Naruto. “Oh.. Baiklah, terimakasih. Apakah hanya itu saja?”. Naruto mencoba menjawab pernyataan Shikamaru dengan gaya yang keren, namun kemudian Shikamaru menambahkan, “Oh, putraku juga lolos.. jadi ada kemungkinan mereka akan bertarung pada ujian sesi dua.” Ketika Shikamaru meninggalkan ruangan itu, Naruto nampak sangat bahagia. Naruto lalu mulai mengetik di komputernya dengan semangat. Boruto pulang ke rumahnya, namun tak sebahagia yang kita perkirakan. Setelah kepanikannya selama Ujian Chunin dan menyadari betapa pentingnya kerjasama tim.. Boruto menghela nafas, disaat yang sama terdengar suara ‘bip’ dari komputernya. Boruto berbalik ke arah komputernya, mengecek E-mail terbaru yang masuk, dan ternyata ada E-mail dari Naruto; “Kudengar kau lolos ujian tahap pertama. Semoga sukses untuk tahap kedua! – Ayah.”. "Yah.. selalu saja lewat E-mail, tidak pernah menemuiku langsung. Pfft, ayah yang payah!” Boruto mengatakannya dengan marah, namun dibalik kemarahannya itu ada suatu kesedihan yang tersembunyi di wajahnya. Sasuke, Naruto dan sekelompok ilmuwan sedang berada di ruangan bawah tanah tersembunyi, mengartikan dan menguraikan gulungan yang dibawa Sasuke sebelumnya. Memang ada suatu hal yang berhubungan dengan klan Ootsutsuki, siapa dan apa yang mungkin saja akan mengancam dunia ninja.
Keesokan harinya, Boruto meminta lebih banyak lagi gulungan kepada Katasuke. Cemas jika kekuatannya belum apa-apa. Dia sangat mengandalkan alat itu untuk mengesankan Sasuke dan ayahnya. Dia memulai kembali latihannya bersama Sasuke. Akhirnya Boruto mampu menirukan manuver shuriken Sasuke yang benar-benar sulit itu. Menunjukkan kebolehannya. Sasuke menjelaskan kepada Boruto bahwa dia masih punya waktu lagi, begitupun dengan ayahnya. Boruto bertanya pada Sasuke apakah kelemahan ayahnya. Sasuke berkata kepadanya, “Dia tak hanya punya kelemahan tunggal, dia banyak memiliki kelemahan. Tapi sekarang sebagai Hokage dia memiliki semakin banyak kelemahan.
Tahap kedua Ujian Chunin telah tiba. Ujian tahap kedua ini diawasi oleh Tenten dan serangga-serangga Shino yang berterbangan. Tujuan ujian tahap kedua ini adalah kerjasama tim dalam permainan menangkap bendera. Jika benderamu diambil oleh tim musuh kau otomastis akan kalah. Banyak tim bertarung satu sama lain untuk mengalahkan tim lawannya. Kita kemudian dapat melihat tim Boruto pergi untuk mendapatkan bendera. Boruto melindungi bendera mereka dengan lima klon bayangan, mengelilingi bendera mereka. Ketika Sarada berlari kearah bendera lawan dan Mitsuki bertarung melawan yang lainnya, Boruto berhadapan dengan genin tak dikenal yang berasal dari Kirigakure, dia juga mampu menggunakan teknik Kage Bunshin.
Dia membuat lebih banyak klon dan menjatuhkan Boruto beserta klon-klonnya. Ketika Boruto mengeluarkan ekspresi kesakitannya, Sarada dan Mitsuki mendengarnya melalui alat pendengaran mereka. “Dia akan baik-baik saja, fokus saja pada benderanya.” Jelas Mitsuki. Boruto yang terkapar di lantai mencoba bangkit sebelum bendera mereka diambil oleh genin dari desa Kiri. Boruto merasa cemas, dia lalu menggunakan alat itu. Pertama-tama, Boruto mengeluarkan teknik Suiton (elemen air) level tinggi untuk membanjiri area tersebut. Genin Kirigakure itu dengan terkejut berseru, “Dia..  Dia menguasai Suiton pada level ini?”. Boruto kemudian melayang di udara, melepaskan gulungan Raikiri, mengarahkannya pada air yang menyebar. Air yang menjadi konduktor listrik langsung saja melumpuhkan klon bayangan dan tubuh asli Genin Kirigakure itu sendiri.
Sarada bernafas lega, dia sekarang sudah tiba di salah satu bendera musuh. Meskipun area itu tampak dipenuhi oleh ratusan bendera yang diciptakan oleh tim genjutsu, namun hal ini tak menjadi halangan bagi Sarada yang notabene adalah pengguna Sharingan. Dengan menggunakan Sharingan dia bisa tahu mana bendera yang asli. Dia kemudian meraih bendera yang asli. Bersama dengan Boruto, Sarada dan juga Mitsuki maju ke Ujian Chunin tahap ketiga.
Tepat setelah Boruto pulang ke rumah, Hinata dan Himawari mengucapkan selamat datang kepadanya, sebelum masuk kamar dia berkata, “Aku akan pergi ke kamarku, aku tidak lapar jadi jangan mencemaskan makan malamku.” Tentu saja, hal ini membuat Hinata khawatir. Boruto terduduk di tempat tidurnya, berpikir mengenai alat yang dia gunakan itu. Dia berpikir apakah yang dilakukannya itu adalah hal yang benar. Setiap orang berusaha keras dengan kekuatan dan kerjasama timnya, namun dia malah mengambil jalan pintas. Terdengar suara ketukan pintu, “Sudah aku bilang, aku tidak mau makan malam.” Boruto mengerang saat Naruto berjalan masuk ke kamarnya. “Aku dengar kau lolos ujian tahap kedua juga.” Naruto berkata dengan pelan, sembari menatap sosoknya dalam Boruto muda. “Ya, kami lolos….” Jawab Boruto sambil menutupi alat itu, mencoba menyembunyikannya. Setelah hening sejenak Boruto lantas berkata kepada ayahnya, “Lihat, bisakah kau meninggalkan kamarku sekarang?” Sebelum Naruto menjulurkan tinjunya kearah Boruto, dia berucap, “Yang kau lakukan itu hebat nak!
Karena Boruto cemas alatnya akan ketahuan, dia tak membalas kepalan tangan sang ayah. Sehingga Naruto memutuskan untuk meletakkan tinjunya di dada Boruto, “Aku akan pergi, tapi sebelumnya aku katakan padamu, jangan sampai kalah sama Shikadai.” Setelah Naruto pergi, Boruto menggapai dadanya, saat itu juga wajahnya dipenuhi dengan air mata suka cita, dia kembali berbaring di tempat tidurnya, menendang-nendangkan kakinya karena rasa bahagianya yang meluap-luap dikala itu, senyuman lebar mengembang di wajahnya.
Hari ini adalah hari di mana Ujian Chunin tahap ketiga dilaksanakan, ratusan.. bahkan ribuan orang dari seluruh belahan dunia ninja datang ke sebuah stadion yang sangat besar (lebih besar daripada Ujian Chunin tahap ketiga saat Naruto masih kecil). Enam tim yang tersisa di pasang-pasangkan menjadi lawan 1 vs 1 dengan genin-genin dari negara lain. Wasit ujian tahap ketiga ini adalah Rock Lee, pertandingan pertama dimulai dengan Boruto vs Yurui (belum dikonfirmasi, namun di duga jika dia adalah anak Killer Bee). Yurui menggunakan gelembung-gelembung permen karet yang bisa meledak, dia mengunyah dan meniupkan gelembung-gelembung ini untuk menyerang musuhnya. Setelah kunai kecil beraksi layaknya sebuah pedang, Yurui lalu meniupkan gelembung seukuran manusia di arena pertempuran, dan satu-satunya cara untuk melewati mereka semua adalah membelokkan senjata rahasia dengan sempurna.
Diam-diam Boruto menggunakan gulungan yang dapat mengirim teknik elemen angin yang tersegel dalam shuriken. Membelokkannya disekitar gelembung-gelembung itu, menghempaskan gelembung yang sedang ditiup oleh Yurui. Akhirnya Yurui terhempas mundur dan kalah. Boruto menang. Sarada dan Mitsuki, masing-masing melawan Toroi dan Tarui (anggota tim Yurui). Mengalahkan mereka dalam waktu yang relatif singkat. Sarada meninju Tarui sangat keras hingga dia terpental, melayang melewati arena pertandingan, menabrak dinding hingga meninggalkan bekas lubang raksasa di sana (Like mother like daughter).
 Di belakang arena Sakura berteriak. “Ya! Itu putriku.
Pertandingan Boruto selanjutnya adalah melawan Shikadai. Dan setelah pertempuran singkat, Boruto menggunakan Kage Bunshin untuk menghindari serangan pengikat Shikadai. Boruto berencana melancarkan serangan terakhirnya, namun ternyata Shikadai menggunakan teknik bayangan lain, menutupi daerah di sekitarnya dalam bayangan. Saat Boruto terjebak dalam teknik bayangan Shikadai, dia berkata “Lihatlah, seseorang tampaknya telah menyerah.” Tapi tidak, sebelum Boruto menggunakannya. Dia menggunakan gulungan mini yang dihasilkan alatnya, menciptakan pasukan klon bayangan Boruto, mengelilingi kedua petarung itu. “Wow, dia hebat..!!” Sarada berkata dengan pelan. Ketika Shikadai menyerah, Naruto mulai melihat ketidakjujuran Boruto dalam pertandingan itu. Dia kemudian melompat ke arena.
Boruto berpikir jika Naruto akan memberinya ucapan selamat lagi, setelah mengacungkan tinjunya, Naruto seolah-olah mengajak Boruto untuk beradu tinju namun sebenarnya, dia ingin meraih pergelangan tangan Boruto yang telah dilengkapi dengan alat tersebut, “Boruto, kau tidak jujur dalam pertandingan.. Aku kecewa padamu.” Naruto menegur Boruto di hadapan semua penonton di stadion itu. Dia berkata pada Rock Lee agar Shikadai saja yang keluar sebagai pemenang karena kecurangan Boruto.
Naruto lanjut menegur Boruto, “Ujian ini bergantung pada chakra dan keberanianmu sendiri, bukan tentang menjadi ninja yang seperti apa.” Naruto kemudian melepaskan ikat kepala Boruto. “Aku tak akan pernah menjadi ninja..” Ketika beberapa penonton datang untuk mengatasi kejadian ini. Dua tokoh antagonis, Kinshiki dan Momoshiki terlihat melayang-layang di atas stadion. Kita kemudian dapat melihat Byakugan Momoshiki memeriksa aliran chakra Boruto dan Naruto. “Itu dia Kyuubi, tak lama lagi dia akan menjadi milikku.” Kata Momoshiki. Namun tiba-tiba Katasuke muncul sambil berkata, “Sial, aku ingin memamerkan kemampuan alat itu, tapi baiklah.. akan aku berikan pada kalian semua peralatan ninja merk baru dan cara bertarung yang baru.. kita tak butuh chakra.. hanya butuh teknik…” Sebelum Katasuke menyelesaikan perkataannya, Kinshiki dan Momoshiki menjatuhkan dirinya di tengah-tengah stadion, bermaksud untuk merebut Kurama dari Naruto. Momoshiki kemudian menjelaskan bahwa dia dan Kinshiki adalah pengikut klan Ootsutsuki, mereka dikirim untuk membantu memenuhi keinginan Kaguya. Momoshiki mulai membuat stadion itu roboh dengan kekuatannya, dan Sasuke bergabung dalam pertempuran itu untuk melunasi pertempurannya melawan Kinshiki. Momoshiki dapat menghalau semua serangan fisik Naruto, dan membuatnya terlempar keluar stadion, jatuh ke hutan. Momoshiki mulai berjalan pelan ke arah Naruto, Boruto yang ketakutan memutuskan untuk menembakkan semua gulungan ninjutsu dari alatnya, namun sia-sia saja karena dapat diserap oleh Momoshiki dengan mudah. Naruto mendorong kembali Momoshiki saat dia terbang lagi di atas stadion. Saat itu juga Sasuke menjelaskan kepada Naruto jika Momoshiki bergantung pada pil untuk membuat serangannya sendiri dan menyerap kekuatan lawannya. Ketika orang-orang yang lainnya sedang sibuk untuk mengevakuasi warga, Momoshiki mulai menciptakan bola hitam raksasa yang dikelilingi oleh ninjutsu elemental yang ditembakkan Boruto sebelumnya. Di titik ini Naruto masuk ke mode Kyuubi dan dengan bantuan Kurama, dia membuat kepala Kurama raksasa dari chakra untuk melindunginya. Boruto, Sasuke dan Sarada hanya mereka bertiga yang masih berada di tempat kejadian ini. “Inikah.. Ayah?” Boruto tertegun setelah melihat sisi lain ayahnya untuk pertama kalinya. Bola hitam raksasa Momoshiki akan menghancurkan mode Kyuubi Kurama, untuk menjaga kerusakan besar yang akan ditimbulkannya. Bukan hanya itu, Sasuke memanggil Susano’o untuk memberikan Kurama pertahanan lebih, menjaganya dari serangan Momoshiki.
Baik armor Susanno’o maupun chakra Kurama, keduanya memburuk menahan serangan Momoshiki. Saat itu Naruto memberitahu Sasuke untuk mengurus semua orang. Ketika itu, dia berbalik ke arah Boruto dan memberinya senyuman. Sasuke setuju dan mengevakuasi anak-anak sebelum Naruto dilahap oleh bola hitam raksasa itu. Menciptakan kawah raksasa pada stadion. Beberapa jam kemudian Boruto terbangun saat dia mendengar Himawari berteriak, “Ibu..!!” Dia melihat Hinata melemah karena berusaha membantu Naruto. Namun sayangnya Naruto telah diculik oleh Kinshiki dan Momoshiki. Boruto berlari keluar, pemandangan saat itu lumayan mengenaskan. Kekacauan yang disebabkan Momoshiki membuat desa dipenuhi dengan tenda medis, banyak ninja dan warga sipil yang terluka. Ketika Boruto sedang berlari, dia tersandung. Dia lalu marah dan merobek alat yang dia kenakan, melemparkannya ke lantai. Sasuke terlihat memungut alat itu kemudian tersenyum kecil. Dia berjalan ke kantor Hokage untuk mengenang kejadian beberapa hari lalu, saat dia melihat pakaian masa kecil Naruto yang dibuang olehnya tempo hari. Dia melepaskan baju luarnya dan mengenakan pakaian Naruto itu. “Ha.. yah! Ini adalah pakaian yang konyol..” Celetuk Boruto sebelum Sasuke muncul dan menyindirnya. “Kau terlihat sama bodohnya dengan ayahmu.
Sasuke menjelaskan bahwa Boruto sekarang telah mengerti seberapa beratnya menjadi seorang ninja. Dia perlu ikut dengan Sasuke untuk menyelamatkan ayahnya. Ketika mereka mencapai atap, Kage yang lain muncul dan berkata, “Jangan kau pikir kau bisa meninggalkan kami, menyelamatkan Naruto tanpa kami!” Darui dan Kurotsuchi berseru, menyarankan Sasuke agar menggunakan Rinnegannya untuk membuka portal area itu, sehingga para penjahatnya dapat ditemukan. Begitu Sasuke membuka portal, Sasuke, Boruto dan para Kage segera memasuki portal itu, namun saat itu.. dua ninja lain yang sangat cepat juga ikut masuk ke dalam portal. Disisi lainnya, kita dapat melihat Naruto yang diikat di sebuah pohon raksasa. Saat itu, Momoshiki sedang berusaha menarik kekuatan Kyuubi dari dalam perut Naruto. “Ini terlalu lama.” Momoshiki dengan marah berkata kepada Kinshiki, sebelum Naruto berkata kepada Momoshiki, “Jangan pernah meremehkan ninja, mereka pasti akan datang kemari.. Ya! Kenyataannya mereka sudah datang sekarang!” pada saat itu juga Sasuke, Boruto dan juga Kage lainnya turun dari atas, menyelamatkan Naruto dan melanjutkan pertarungannya melawan Kinshiki dan Momoshiki.
Namun, sebelum Boruto bergabung dalam pertempuran. Naruto yang sedang terluka berkata kepada Boruto jika dia bangga pada Boruto, dia adalah ninja yang lebih baik yang tidak mirip dengan Naruto ataupun Sasuke, namun merupakan campuran yang lebih baik daripada mereka berdua. Setelah pertempuran panjang yang menarik, Kurotsuchi dan Choujuro mengikat Kinshiki pada sebuah pisau tajam, seperti serpihan air dan debu hitam yang mengeras disekitar Kinshiki. Sasuke menjelaskan kepada Naruto dan yang lainnya agar tidak menggunakan Ninjutsu secara langsung kepada Momoshiki. Karena dia bisa menyerap segala jenis Ninjutsu. Kemudian kita bisa melihat Gaara yang membantu Sasuke dan Darui dengan menggunakan jembatan pasir, sehingga mereka bisa melancarkan serangan taijutsu maupun serangan pedang. Pada akhirnya, Kinshiki melihat Momoshiki yang kalah melawan semua orang. Kinshiki menggunakan segala peluang untuk menjebol ikatan combo super kuatnya Choujuro-Kurotsuchi. (Kinshiki merobek kulit di bagian lengan kiri dan beberapa anggota tubuhnya) Kondisi Kinshiki saat ini sangat memprihatinkan, darah memenuhi seluruh tubuhnya. Ini adalah resikonya karena mencoba kabur dari teknik pengikat tadi. Atas nama Kaguya, dia menawarkan dirinya untuk menjadi korban agar mampu membantu Momoshiki. Kinshiki terserap dan berubah menjadi pil merah raksasa, Momoshiki segera memakannya dan dia langsung berubah bentuk menjadi setan berkulit merah, lengkap dengan mata ketiga Kaguya. Selama sepuluh menit, Sasuke dan Chakra Kyuubi Naruto bertarung bersama-sama. Para Kage memberikan bantuan kepada mereka jika mereka bisa, selama pertempuran berlangsung, Momoshiki meng-Kuchiyose monster batu raksasa untuk menyerang mereka. Naruto menggunakan Chakra Kurama raksasa yang kemudian diselimuti oleh Susanno’o Sasuke dengan armor lengkap dan sebuah pedang. Dan dalam hitungan detik saja dapat menebas monster batu/lava ini.
Momoshiki menyadari betapa melemahnya semua orang setelah menggunakan banyak teknik, dan setelah dia menggunakan sebagian besar energi yang dia dapatkan dari pil merah Kinshiki yang dia gunakan untuk membuat bola hitam dan monster batu dipertarungan sebelumnya. Saat inilah Sasuke berkata pada Boruto untuk melempar Rasengan kecilnya pada Momoshiki.
Setelah Boruto setuju, Momoshiki tertawa meremehkannya. Berpikir jika dia dapat menyerap Rasengan itu dengan mudah.. namun Rasengan itu perlahan menghilang, atau tampaknya memang menghilang, tapi…… diluar perkiraan, Rasengan mini itu melukai Momoshiki dan membuatnya kehilangan keseimbangan. Hal ini mengalihkan perhatiannya cukup lama, Naruto memberitahu anaknya untuk menggunakan Rasengannya sekali lagi. Naruto meletakkan tangannya di bawah tangan Boruto, memberinya lebih banyak chakra. Rasengan kecil itu kini berubah menjadi Super Oodama Rasengan yang akan mampu mengalahkan Momoshiki dan bola hitamnya. Naruto dan Boruto saling melempar senyuman, menginfus lebih banyak chakra ke Rasengan itu. Di sini kita dapat melihat kembali masa lalunya, saat dia menggunakan Rasengan disepanjang hidupnya, Jiraiya dan juga Minato. Ketika Momoshiki menyadari apa yang terjadi, dia mencoba untuk melontarkan bola hitam raksasa. Namun Boruto yang sebelumnya juga sudah menggunakan Super Oodama Rasengan menabrakkan jutsunya itu pada bola hitam Momoshiki. (Kulit dan lengannya mulai memburuk karena dampak kekuatan Rasengan ini) dan akhirnya mampu mendesak mundur Momoshiki, menumbangkannya dan mengalahkannya.
Scene berubah ke desa Konoha. Kita dapat melihat Boruto di wawancarai, sama dengan tipe wawancara Naruto di awal movie, dia ditanyai dengan pertanyaan yang sama dan Boruto juga menjawab persis seperti yang dilakukan oleh ayahnya. “Untuk menjadi seorang ninja, ada dua hal yang perlu kau ingat yaitu usaha dan kekuatan tekad!” Boruto kemudian menghilang dalam kepulan asap putih, dia juga menggunakan Kage Bunshin pada acara wawancara itu (like father like son). Tubuh Boruto yang asli terlihat sedang berada bersama Sarada dan Mitsuki, berdiri di sebuah bangunan dan melihat wawancara itu. “Jadi Boruto, kau benar-benar tidak mau menjadi Hokage seperti ayah dan kakekmu?” Tanya Sarada pada Boruto, Saat itu wajah Boruto menjadi merah dan mengatakan, “Nah, aku ingin menjadi orang yang mendukung Hokage, jadi aku bisa melindungimu.” Pada akhir cerita, diperlihatkan lagi kepada kita panda/beruang yang membuat kekacauan di awal movie kembali menimbulkan kekacauan. Tim Boruto mengejar dan mengalahkannya, namun kali ini berbeda.. mereka menggunakan kerjasama tim. Movie belum berakhir sampai di sini, masih ada scene di mana Boruto bertanya siapa orang tuanya Mitsuki. “Oh ya Mitsuki, kita belum pernah tahu siapa orang tuamu. Jadi katakan siapa dia!” Dengan singkat Mitsuki menjawab, “Orochimaru.” Ekspresi Sarada langsung beda mendengar jawaban Mitsuki, “O-orochimaru? Kau bilang kau anaknya Orochimaru? Tapi kau butuh dua orang tua kan? Siapa Ibumu atau mungkin….. Ayahmu?” . Mitsuki tersenyum dan hanya menjawab, “Ya!” . Meskipun Boruto tidak bertanya begini di akhir movie, “Siapakah Orochimaru, kenapa tidak kalian katakan padaku siapa Orochimaru itu?
 ----------- End -----------
Catatan Admin: "Tonton filmnya jika nanti rilis di Bioskop kota kalian ya!