The Man from U.N.C.L.E.- Bercerita sekitar awal tahun 1960-an, tentang agen CIA Napoleon Solo (Henry Cavill) dan Illya Kuryakin (Armie Hammer)
dari KGB yang bekerja sama untuk menyelesaikan sebuah misi berbahaya.
Misi tersebut adalah melawan sebuah organisasi kriminal misterius yang
sedang mengancam keseimbangan dunia dengan mengembangkan sebuah
teknologi nuklir.
Kedua
agen tersebut akan mengawal seorang putri untuk menemukan ayahnya yang
merupakan seorang ilmuwan Jerman yang hilang. Sang ilmuwan menjadi kunci
untuk menyusup ke dalam organisasi tersebut, dan mereka tak punya
banyak waktu untuk menemukan sang ilmuwan dan mencegah bencana di
seluruh dunia. iya itulah sedikit info tentang film
The Man from U.N.C.L.E., langsung saja jika kalian ingin mendownload film nya klik "Download" yang berada dibawah ini :
Movie Info
Quality: CAM Subtitle: – Genres: Action | Adventure | Comedy Directors: Guy Ritchie Stars: Henry Cavill, Armie Hammer, Alicia Vikander Country: USA
Lee Min Ho tengah sibuk dengan film terbarunya bertajuk Bounty Hunters.
Sukses dalam debut film Gangnam Blues (2015), Lee Min Ho kembali
dipercaya beraksi dalam film yang merupakan mega-proyek sineas Korea,
Tiongkok, dan Hongkong.
Bounty Hunters memiliki biaya produksi yang fantastis yaitu 35 miliar
Won atau sekitar Rp 413 miliar. Proses pengambilan gambar akan
dilakukan di beberapa negara di Asia, diantaranya, Tiongkok, Korea,
Malaysia hingga Thailand.
Sebagai film kolaborasi, Lee Min Ho juga akan beradu akting dengan
sederet artis ternama dari negeri tirai bambu, diantaranya Wallace
Chung. Saat ini, proses produksi mulai dilakukan.
Tak menarik rasanya jika film yang tampak hebat itu tanpa sentuhan
wanita. Artis cantik yang tak hanya jago berakting, tapi juga memberikan
warna indah selama cerita berlangsung diperlukan untuk membangun
suasana.
Tang Yang atau yang lebih dikenal sebagai Tiffany Tang, artis Tiongkok yang akan menjadi lawan main Lee Min Ho.
Salah satunya, artis cantik Tang Yang atau yang lebih dikenal sebagai
Tiffany Tang. Artis oriental itu akan menjadi lawan main Lee Min Ho,
berperan sebagai kekasih dari aktor tampan asal Korea Selatan itu,
diwartakan Korea Star Daily, Jumat (27/8/2015).
Wajah Tiffany Tang yang tampak seperti boneka akan membuat penggemar
jatuh hati. Saat ini, Tiffany Tang juga sibuk dengan drama Mandarin yang
diperankan bersama Rain, Diamond Lovers.
SPOILER ALERT: PERINGATAN! Esai film tentang Battle of
Surabaya ini membincangkan inti cerita dan momen kunci filmnya. Waspadai
bocoran cerita di tulisan ini.
Pada 22 Agustus lalu pengelola akun fanpage Facebook film Battle of Surabaya menuliskan status begini, "Fakta
Pertaruhan harga diri bangsa antar negara: INSIDE OUT (Amerika) VS
BATTLE OF SURABAYA (Indonesia), hanya bisa dimenangkan kalau penonton
Indonesia mendukungnya dengan menonton di bioskop. Menurut kakak....?"
Di bioskop, Battle of Surabaya memang harus berhadap-hadapan dengan film animasi buatan Pixar milik Disney, Inside Out.
Namun, menjadi hal yang menarik untuk kita diskusikan bersama bahwa
yang dipertaruhkan di bioskop saat ini adalah “harga diri bangsa” dan
dengan demikian, bila memilih menonton Inside Out kemudian dicap tak nasionalis.
Menyebut harga diri bangsa dipertaruhkan oleh pertarungan Battle of Surabaya versus Inside Out tentu saja berlebihan. “Lebay”, jika menggunakan istilah masa kini.
Tapi, sejak dulu nasionalisme memang selalu jadi bahan jualan yang
jitu. Hal ini tampaknya yang ingin dikedepankan sang pemilik film Battle of Surabaya.
Harapan mereka, jiwa nasionalisme dan patriotisme masyarakat bakal
terlecut dan memilih menonton film buatan anak bangsa sendiri ketimbang
bikinan Hollywood.
Adegan film Battle of Surabaya. (dok. MSV Pictures)
Lantas, apa jualan nasionalisme ini laku?
Biar angka yang bicara.
Dari data yang dimiliki pengamat perfilman Yan Widjaya, sampai Minggu
(23/8/2015) kemarin, Battle of Surabaya (rilis sejak 20 Agustus) baru
mengumpulkan 31 ribu penonton. Data laman filmindonesia.or.id per Senin
(24/8/2015), naik sedikit jadi 37.393 penonton. Battle of Surabaya jauh tertinggal oleh Magic Hour (386 ribu penonton) dan, apalagi Surga yang Tak Dirindukan (1,5 juta penonton).
Sedikit menyinggung film dan nasionalisme, kita memang dengan mudah
menyebut apa yang dimaksud film Hollywood, film Bollywood, film Hong
Kong atau semacamnya. Namun sejatinya, batas-batas teritorial dari
sebuah film tak signifikan betul. Dengan sistem ekonomi terbuka dan
kapitalistik yang berlaku di hampir seluruh permukaan bumi saat ini,
film bisa melampaui batas-batas teritorialnya.
Sebagai komoditas selayaknya barang dan jasa, yang berlaku kemudian pada film adalah hukum ekonomi, yakni hukum supply dan demand.
Saat permintaan pada film negara tertentu tinggi, maka produsen akan
membanjiri pasar dengan produk film negara tersebut. Dan kerap kali film
bikinan Hollywood yang lebih disukai pasar.
Dari sini negara yang kebanjiran film Hollywood biasanya melakukan
proteksi. Tiongkok membuat aturan membatasi jumlah film Hollywood yang
edar. Pemerintah kita tak lakukan itu. Maka, yang satu-satunya bisa
dilakukan ya dengan melecut rasa nasionalisme penonton film.
Karena sifatnya hanya himbauan, penonton tetap memiliki kemerdekaan atas pilihan tontonannya.
Battle of Surabaya, Antara Kualitas Animasi dan Nasionalisme
Jualan nasionalisme ala Battle of Surabaya juga terdeteksi
dari kabar yang menyebutkan filmnya sempat dilirik Disney. Kabar ini
dihembuskan si empunya film dengan tujuan, tentu saja, menunjukkan kalau
mereka sudah go international.
Berkiprah di dunia internasional diyakini bakal menyulut rasa bangga
kita sebagai bangsa. Logika yang juga dipakai dari kabar itu juga
adalah, “Disney saja melirik, masak Anda yang satu negara dengan pembuat
filmnya ogah nonton.”
Pertanyaannya kemudian, apa isi filmnya memang bertujuan membakar rasa nasionalisme yang menonton?
Hm, di sini masalahnya. Film ini punya judul dan tagline bahasa Inggris: Battle of Surabaya, there is no glory in war.
Saya tak tahu kenapa sineasnya tak memilih judul “Pertempuran Surabaya”
dan tagline “Tak ada pemenang dalam perang.” Mungkin lantaran rasa
internasional juga yang ingin dikejar film ini. Judul dan tagline bahasa
Inggris terasa lebih “bunyi” bagi masyarakat internasional.
Lalu tengok pula gaya animasi yang dipilih film karya Aryanto
Yuniawan ini. Kok, terasa sekali pengaruh anime alias kartun Jepang, ya?
Kenapa tak memilih gaya gambar asli Indonesia?
Untuk soal yang terakhir ini saya mencoba maklum. Lantaran sedikit
sekali film animasi panjang yang dihasilkan bangsa ini, hingga kini kita
masih belum mendefenisikan apa yang dimaksud “gaya animasi Indonesia”
sebagaimana Amerika atau Jepang dengan ciri khasnya masing-masing.
Adegan film Battle of Surabaya. (dok. MSV Pictures)
Pilihan berkiblat pada anime saya maklumi lantaran generasi sekarang
memang lebih akrab dengan anime atau manga alias komik Jepang. Sineasnya
juga mungkin merasa gaya anime bakal lebih diterima masyarakat
internasional.
Namun ada hal lain lagi yang membuat jualan nasionalisme Battle of Surabaya di permukaan (lewat menubrukkan dengan Inside Out milik Amerika dan menyebarkan kabar filmnya dilirik Disney) terasa paradoksal dengan isi filmnya.
Menonton filmnya, pesan utama yang tersirat dari filmnya justru bukan
rasa nasionalisme ataupun patriotisme yang ingin ditonjolkan, melainkan
universalisme. Tapi di lain pihak, pesan universal yang mengatakan “there is no glory in war” sebagaimana ditulis di tagline-nya terasa problematis. Ambigu.
Tengok saja cerita filmnya. Kita awalnya dikenalkan dengan Musa,
bocah yang bekerja sebagai penyemir sepatu dan juga kurir surat para
pejuang. Ia mendapati perwira Jepang yang sudah dianggapnya ayah tewas
dibunuh. Kemudian, ibunya juga tewas dalam kebakaran yang menghanguskan
rumahnya. Sesaat sebelum tewas, ibunda berpesan, “Tidak pernah ada
kemenangan dalam perang.”
Musa bersahabat dengan Yumna, penjual kue yang orangtuanya dulu
bekerja pada keluarga Belanda. Saat Jepang masuk, majikan Belanda-nya
dibunuh Jepang. Ibunya dijadikan jugun ianfu.
Adegan film Battle of Surabaya. (dok. MSV Pictures)
Di sini kita mendapat kesimpulan, Musa dan Yumna adalah bocah korban perang.
Lalu, kita juga berkenalan dengan tentara Inggris yang membenci
perang, karena perang membuatnya kehilangan anak-istri. Namun, caranya
membenci perang justru dengan mengobarkan perang. Ada pula Danu, pejuang
republik yang punya agenda tersembunyi.
Perang kemudian memakan tokoh-tokoh kita. Yumna dan Danu diceritakan tewas. Musa kehilangan orang-orang yang dicintainya.
Battle of Surabaya, Antara Kualitas Animasi dan Nasionalisme
Sekali lagi film ini punya pesan anti perang. Masalahnya, pada
kenyataannya, pertempuran Surabaya pada 10 November 1945 sudah telanjur
dikenang sebagai momen paling patriotis dalam sejarah perjuangan bangsa
kita.
Sejak dulu, pertempuran itu digambarkan sebagai momen penting saat
pemuda-pemuda yang gagah berani mengorbankan nyawa mereka demi
mempertahankan kemerdekaan yang baru diraih. Para pejuang di Surabaya
dahulu, digambarkan begitu heroik--bersenjatakan bambu runcing--melawan
penjajah yang persenjataannya lebih modern.
Di film ini pula kita melihat momen-momen kunci heroisme pertempuran
Surabaya seperti perobekaan bendera Belanda di Hotel Yamato maupun
pidato Bung Tomo yang membakar semangat juang.
Nah, jika filmnya punya pesan anti perang, kenapa pula
menggelontorkan heroisme dan rasa patriotisme peperangan? Tidakkah hal
itu jadi campur aduk.
Adegan film Battle of Surabaya. (dok. MSV Pictures)
Ada novelet karangan Idrus, seorang sastrawan angkatan ’45, berjudul Surabaya.
Di novelet itu, yang ditulis tahun 1947 atau tiga tahun setelah
pertempuran Surabaya, Idrus memposisikan dirinya dengan jelas: baginya
pertempuran tersebut bukan aksi heroik nan patriotis. Melainkan aksi
para koboi.
Ia menulis, “Orang tidak banyak percaya lagi kepada Tuhan. Tuhan baru
datang dan namanya macam-macam: bom, mitralyur, mortir.” Pejuang
kemerdekaan disebutnya koboi-koboi. Tentara sekutu disebutnya
bandit-bandit.
Idrus juga menulis:
“Di tengah jalan cowboy-cowboy ditahan oleh bandit-bandit dan
diharuskan menyerahkan senjatanya. Bandit-bandit berteriak, sambil
mengacungkan bayonetnya: ‘Jiwamu atau senjatamu!’
“Cowboy-cowboy tidak mengangkat tangannya dan tidak pula mau
memberikan senjatanya. Mereka berteriak: ambillah jiwa kami! — dan pada
waktu berteriak itu mereka mulai menembak. Bandit-bandit pun menembak
dan pertempuran seru terjadi.” Battle of Surabaya yang dihasilkan animator-animator
Yogyakarta dari MSV Pictures, anak perusahaan kampus STMIK Amikom
Yogyakarta. tak memiliki ketegasan sikap macam novelet Idrus. Semua
sepakat, pertempuran Surabaya paling diingat orang karena pertempuran di
hari itu selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Maka, yang jadi pertanyaan, kenapa mengawinkan pesan anti perang di momen paling heroik bangsa kita?
Saya pernah membaca, pertempuran Surabaya dipilih sebagai latar film semata lantaran pertempuran tersebut telah mendunia.
Dari sini kemudian pembuat filmnya tampak bingung. Mau tak mau,
heroisme, patriotisme, dan rasa nasionalisme di pertempuran 10 November
1945 muncul dan dikawinkan dengan pesan anti perang.
Adegan film Battle of Surabaya. (dok. MSV Pictures)
Sebetulnya, kelihatan filmnya hendak bersikap senada dengan anime masterpiece milik Studio Ghibli, Grave of Fireflies
(1988). Film tersebut menceritakan bocah-bocah korban perang. Pesan
anti perangnya jelas: bocah yang tak berdosa harus hidup menderita lahir
batin, tak putus dirundung malang dan kemudian kehilangan nyawa. Battle of Surabaya lagi-lagi tak punya ketegasan sikap macam Grave of Fireflies.
Dengan ketaktegasan sikap itu, momen-momen dramatis saat tokoh-tokoh
kita kehilangan nyawa malah tak terasa. Film ini gagal membuat
karakter-karakternya menarik simpati kita, penontonnya. Bandingkan saat
menonton Grave of Fireflies. Susah untuk tak menitikkan air mata saat momen klimaks filmnya.
Sekarang bicara kualitas animasinya. Sekali lagi, saya tak
mempermasalahkan pilihan gaya mirip anime. Namun, bila hendak berkiblat
ke gaya anime, ya jangan tanggung-tanggung. Desain karakternya sudah
mirip anime, namun saat karakter-karakter itu bergerak masih terasa kaku
dipandang. Kurang halus.
Yang terasa melegakan, film ini punya gambar latar yang bagus. Sedap
dipandang. Dubbing dan tata suaranya pun terdengar jernih di telinga.
Ini artinya, animator kita sebetulnya punya kemampuan membuat film
animasi dua dimensi yang keren. Andai diberi waktu dan biaya lebih
banyak lagi, hasilnya mungkin akan lebih rapi, tak kalah dari kehalusan
anime.
Kelemahan kita hanya satu, pada cerita. Penggodokan cerita tampaknya belum maksimal. Alhasil, Battle of Surabaya menyodorkan cerita yang tak konsisten. Ah, andai saja…
Raisa dan Isyana Sarasvati, dua penyanyi menjadi idola baru di
belantika musik Tanah Air. Dua perempuan bersuara emas ini belakangan
disebut-sebut memiliki kemiripan. Baik dari segi penampilan dan maupun
cara bernyanyi.
Lalu bagaimana jika Raisa dan Isyana Sarasvati berpose bersama dalam
satu bingkai? Hal ini terjadi di belakang panggung Hari Ulang Tahun
ke-25 SCTV di Istora Senayan. Raisa dan Isyana Sarasvati menjadi pengisi
acara di perhelatan itu.
Tak mau melewatkan momen kebersamaannya, Raisa dan Isyana Sarasvati
mengabadikannya. Mereka berpose bersama dengan berbagai ekspresi. Isyana
Sarasvati pun mengunggahnya di akun Instagram pribadinya, Rabu
(26/8/2015).
"Momen di belakang panggung yang menyenangkan bersama @raisa6690. Senang bisa bertemu denganmu, Yaya (panggilan akrab Raisa)!" tulis Isyana sebagai keterangan fotonya dalam Bahasa Inggris disertai tanda hati.
Jika diperhatikan Raisa dan Isyana Sarasvati pun tampak mirip. Bahkan
penggemar banyak yang menyebutkan keduanya terlihat seperti anak
kembar. Padahal di foto tatanan rambut serta riasan wajahnya berbeda.
Akun @shennytan2 mengatakan, "Miripppp seperti kaka adek." Sedangkan akun lainnya yakni @sandraraiska menuliskan komentar, "Kembar yo me wkwk."
Raisa dan Isyana Sarasvati sekilas memang mirip, tetapi keduanya
tetap berbeda. Namun Isyana Sarasvati kerap disebut-sebut sebagai tiruan
Raisa. Meski begitu pelantun "Tetap Dalam Jiwa" itu tak mau ambil
pusing.
BASKET sejak dulu dikenal dapat menambah
tinggi tubuh seseorang. Karena olahraga tersebut banyak melibatkan
gerakan tubuh yang banyak mengeluarkan keringat dan peregangan otot
dengan sempurna.
Selain itu, masih ada jenis olahraga lainnya yang bisa bikin tubuh Anda tinggi seperti ulasan berikut ini yang dikutip Boldsky, Kamis (27/8/2015). Latihan menggantung
Saat melakukan latihan gantung badan Anda leluasa dapat merangkan
otot tubuh, terutama bagian tangan dan kaki. Usahakan saat melakukan
latihan itu, kaki Anda menyentuh lantai yang sejajar dan ulangi olahraga
ini beberapa kali seminggu. Peregangan lutut
Coba lakukan peregangan lutut kaki dengan cara sederhana yaitu
biarkan kaki Anda menempel di dinding. Tahan posisi seperti itu selama
30 detik dan ulangi beberapa kali. Cara ini dapat membantu meregangkan
betis Anda jika dilakukan rutin. Lompat tali
Lompat tali merupakan salah satu latihan yang bagus untuk peregangan
tubuh dan kaki bagian bawah. Ini akan membangun otot Anda saat melompat. Basket
Olahraga basket sejak dulu sudah dikenal bisa menambah tinggi badan
saat masa pertumbuhan. Banyak gerakan yang baik dilakukan saat basket
yaitu lompatan vertikal, posisi jongkok hingga lari. Dengan demikian,
tak heran tubuh seorang atlet basket tingginya mencapai 180 cm untuk
orang Asia. Berenang
Kegiatan berenang akan melibatkan banyak peregangan yang
perlahan-lahan dapat meningkatkan tinggi badan Anda. Jangan lupa,
lakukan olahrga ini dalam waktu cukup lama untuk melihat hasil yang
signifikan. Anda dapat melakukannya selama dua jam setiap hari untuk
menambah tinggi badan Anda.
MAKAN merupakan
kebutuhan pokok bagi semua makhluk hidup. Tapi, kebutuhan itu justru
berbalik menjadi sebuah masalah jika rasa lapar terus saja menyerang.
Dikutip dari Health,
Maggie Moon, seorang dokter spesialis nutrisi asal New York, Amerika
Serikat, menjelaskan rasa lapar yang berkelanjutan dapat menganggu
kesehatan fisik dan mental.
“Lapar adalah wujud dari kebutuhan akan kalori, air, dan garam. Hal
tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor diet, nafsu
makan, dan faktor emosi atau stres,” ucap Moon.
Berikut beberapa penyebab Anda sering merasa lapar kendati sudah makan: Dehidrasi
Jika tubuh kekurangan cairan akan terjadi kebingungan pada otak yang
disebut hyphothalamus. Keadaan ini membuat Anda selalu ingin makan
padahal dibutuhkan tubuh adalah air bukan makanan. Kurang tidur
Tidur kurang berkualitas menyebabkan tubuh memproduksi dua hormon
yang berkaitan dengan nafsu makan, yaitu hormon ghrelin dan leptin.
Kurang tidur menyebabkan rasa lelah yang berakibat pada kurangnya
energi. Stres
Berkutat dengan masalah keluarga atau pekerjaan dapat memicu stres.
Saat stres, kadar serotonin dalam otak akan menurun yang berakibat pada
timbulnya ilusi lapar. Melewatkan jam makan
Melewatkan sarapan atau makan siang akan membuat perut merasa lapar.
Perut yang dibiarkan kosong terlalu lama akan memproduksi hormon ghrelin
yang menyebabkan nafsu makan meledak. Tidak cukup lemak
Seperti halnya protein, lemak adalah zat yang diperlukan oleh tubuh.
Kurangnya asupan lemak dapat memicu timbulnya rasa lapar yang tidak
berkesudahan.
FOTOselfie lucu bareng hewan sedang tren di traveller. Kini, seorang traveller berhasil berfoto selfie bareng unta khas Amerika Selatan.
Awalnya, traveller bernama Mauro berkunjung ke Kebun
Binatang Mirador El Infiernillo, Argentina. Di sana, Mauro yang juga
seorang fotografer tertarik untuk mengambil foto unta khas Amerika
Selatan atau latin, yaitu llama.
Hewan yang masih satu keluarga dengan unta di Timur Tengah ini terlihat tertarik dengan Mauro yang sedang mengambil foto.
Seolah tahu hendak difoto unta ini berpose seperti foto model, sehingga menghasilkan gambar-gambar yang lucu.
Selanjutnya, unta berkulit putih ini seperti tidak puas dan hendak
berfoto bersama Mauro. Melihat momen tersebut, Mauro pun langsung tidak
menyia-nyiakannya.
"Aku tidak ingin pergi tanpa mendapatkan selfie untuk koleksi foto
Instagram. Tetapi, ketika aku berjongkok, tiba-tiba llama ini putih
besar melompat dan terfoto, Itu lucu!," ungkapnya seperti dikutip Dailymail.
Foto-foto Mauro dengan unta putih Amerika Selatan ini pun telah
banyak dilihat pengguna media sosial. Sebagian besar pengguna media
sosial mengatakan bertanya bagaimana bisa mendapat foto selfie lucu dengan llama.
Karena, sangat jarang llama bersedia untuk difoto. Oleh karena itu, foto-foto selfie Mauro bersama llama kini semakin populer.
WhatsApp memperbaharui fitur pada aplikasinya melalui versi 2.12.250.
Sejumlah fitur baru ikut dibawa dalam update tersebut, salah satu di
antaranya pengaturan konsumsi data saat menerima panggilan.
Fitur baru yang dinamakan low data usage, memungkinkan Anda sebagai
pengguna mengaktifkan konsumsi penggunaan data internet yang rendah saat
menggunakan panggilan melalui WhatsApp Call.
Selain itu, ada juga pembaruan pada fitur notifikasi. Update tersebut
mengizinkan pengguna untuk mengkustomisasi pemberitahuan (notifikasi)
di WhatsApp. Demikian seperti dikutip Lifehacker, Rabu (27/8/2015).
Pengguna diizinkan untuk mengatur nada dering, dan lamanya getaran pada
notifikasi yang masuk. Kemampuan ini membuat Anda bisa menyetel nada
dering yang berbeda-beda pada notifikasi pribadi, grup, dan panggilan.
Ditambah lagi mengatur getarannya (vibrasi) yang berlainan juga.
Satu lagi, update juga memunculkan fitur bernama 'mark unread'.
Fungsi tersebut akan menandai sejumlah pesan yang belum dibaca sehingga
bisa dibalas nantinya.
Mendiang Robin Williams meninggalkan kesan di hati banyak orang. Termasuk bagi para personel band metal legandaris Iron Maiden.
Iron Maiden (Daily Mail)
Iron Maiden bahkan menciptakan sebuah lagu untuk aktor kawakan tersebut yang berjudul It's 'Tears of a Clown yang juga termasuk ke dalam album teranyar mereka The Book of Souls. Lagu tersebut ditulis oleh gitaris Iron Maden, Adrian Smith, dan sang basis, Steve Harris.
Cover Album terbaru Iron Maiden `The Book of Souls`. (Sumber: Warner Music Indonesia)
"Lagu favorit saya adalah lagu yang saya tidak tulis. Tears of A
Clown. bercerita tentang Robin Williams. Saya selalu bertanya-tanya
kenapa ia bisa depresi padahal ia selalu terlihat bahagia," ujar vokalis
Bruce Dickinson seperti dilansir music-news.com, Senin (24/8/2015). Baca juga: SORE Segera Hadir Dengan Album Barunya `Los Skut Leboys`
Robin Williams meninggal bunuh diri Agustus 2014 lalu. Aktor yang
sering disebut sebagai pria paling lucu di Hollywood tersebut dikabarkan
menderita depresi akut dan kecanduan obat-obatan terlarang.
Robin
Williams sempat berjuang untuk menghilangkan ketergantungan alkohol dan
kokain pada dekade 1980-an. (REUTERS/Peter Morgan/Files)
Album terbaru Iron Maiden sendiri akan meluncur ke pasaran 4
September 2015 nanti melalui Parlophone Records. Terdiri dari 11 lagu
dengan total durasi 92 menit, `The Book of Souls` adalah album double
studio pertama Iron Maiden. Salah satu video dari salah satu single
andalan nya, Speed Of Light sudah beredar di internet.(Gul/Feb)
Penyanyi perempuan pendatang baru Isyana Sarasvati saat ini tengah
menapaki tangga kesuksesan di industri musik tanah air. Single 'Tetap
Dalam Jiwa' berhasil membawa nama dara kelahiran Bandung ini
disejajarkan dengan solois perempuan yang telah lebih dulu eksis,
seperti Raisa.
Perlahan, penggemar Isyana pun semakin banyak.
Tidak hanya dari Indonesia, seorang warga negara Amerika bernama Gabriel
Bierwirth bahkan meng-cover lagu 'Tetap Dalam Jiwa'.
Dalam
video yang berjudul 'Tetap Dalam Jiwa (Versi Bahasa Inggris)' yang
diunggah ke YouTube, Gabriel menyanyikan lagu tersebut sambil bermain
ukulele. Tidak hanya meng-cover lagu Isyana dengan bahasa Indonesia,
pemilik akun Instagram @gondesndes ini juga menterjemahkannya ke dalam
bahasa Inggris.
"Hi mbak dan fansnya Isyana. Aku orang asing.
Salam dari Amerika, Texas!! grin emoticon suaranya bagus bgt! Aku dah
mengCOVER lagunya mbak pake bahasa inggris semoga suka ya! Sori ya kalo
ngerepotin," tulis Gabriel di Facebook fan page Isyana.
Sejak
diunggah pada Kamis (30/7), hingga Jumat (7/8), video berdurasi 6 menit
14 detik tersebut telah disaksikan 1.424 kali. dalam video tersebut,
Gabriel juga menunjukkan keahliannya berbahasa Jawa.
PT . Komitrando Emporio adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang industri tas. Saat ini kami membuka lowongan untuk posisi Receptionist dengan kualifikasi :
1. Pendidikan Min SMK/SMA
2. Umur 18-22 tahun
3. Dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris baik lisan maupun tulisan
4. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
5. Berpenampilan menarik, ramah dan mampu berkomunikasi dengan baik
6. Disiplin, mampu belajar dengan cepat dan cekatan.
Persyaratan:
– Surat Lamaran
– Ijasah Terakhir
– Daftar Riwayat Hidup (CV)
– Fotocopy KTP, KK dan SKCK
– Surat Keterangan Sehat
– Akte Kelahiran
– Sertifikat (Jika Ada)
– Pas Photo 4 x 6 : 2 lembar (berwarna)
Tanggung Jawab Pekerjaan :
Melakukan Tugas umum Resepsionis
Persyaratan Pengalaman :
Fresh Graduate/ Berpengalaman min 1 tahun
Keahlian :
1. Pendidikan Min SMK/SMA
2. Umur 18-22 tahun
3. Dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris baik lisan maupun tulisan
4. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
5. Berpenampilan menarik, ramah dan mampu berkomunikasi dengan baik
6. Disiplin, mampu belajar dengan cepat dan cekatan.
Kualifikasi :
Diisi dengan kualifikasi pekerjaan, contoh :
– Pria/Wanita,
– Usia 25 – 35 tahun
– Jujur dan teliti
– Dll
Silakan kirimkan persyaratan yang dibutuhkan langsung ke PT . Komitrando Emporio
Jl. Wonosari Km. 8 Banguntapan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55196.
Atau melalui email hrd.komitrando@gmail.com
PT
. Komitrando Emporio adalah Perusahaan yang bergerak dalam bidang
industri tas. Saat ini kami membuka lowongan untuk posisi Receptionist
dengan kualifikasi :
1. Pendidikan Min SMK/SMA
2. Umur 18-22 tahun
3. Dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris baik lisan maupun tulisan
4. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
5. Berpenampilan menarik, ramah dan mampu berkomunikasi dengan baik
6. Disiplin, mampu belajar dengan cepat dan cekatan.
Persyaratan:
– Surat Lamaran
– Ijasah Terakhir
– Daftar Riwayat Hidup (CV)
– Fotocopy KTP, KK dan SKCK
– Surat Keterangan Sehat
– Akte Kelahiran
– Sertifikat (Jika Ada)
– Pas Photo 4 x 6 : 2 lembar (berwarna)
Silakan kirimkan persyaratan yang dibutuhkan langsung ke PT . Komitrando Emporio
Jl. Wonosari Km. 8 Banguntapan, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta 55196.
Atau melalui email hrd.komitrando@gmail.com Tanggung Jawab Pekerjaan :
Melakukan Tugas umu Resepsionis Persyaratan Pengalaman :
Fresh Graduate/ Berpengalaman min 1 tahun Keahlian :
1. Pendidikan Min SMK/SMA
2. Umur 18-22 tahun
3. Dapat berkomunikasi dengan bahasa inggris baik lisan maupun tulisan
4. Mampu mengoperasikan komputer dengan baik
5. Berpenampilan menarik, ramah dan mampu berkomunikasi dengan baik
6. Disiplin, mampu belajar dengan cepat dan cekatan. Kualifikasi :
Diisi dengan kualifikasi pekerjaan, contoh :
– Pria/Wanita,
– Usia 25 – 35 tahun
– Jujur dan teliti
– Dll
- See more at:
http://www.loker.web.id/administrasi-2/resepsionis/lowongan-resepsionis-pt-komitrando-yogyakarta.html#sthash.L4IFmMm1.dpuf
Tak
terasa 25 tahun sudah SCTV memberikan dedikasinya dalam rangka
menghibur masyarakat Indonesia. Jika kita melihat ke belakang, SCTV juga
pernah menayangkan berbagai serial anime top dari Negeri Sakura.
Merayakan ulang tahun SCTV yang ke-25 pada tahun ini, maka tak ada
salahnya jika kita mengenang kembali anime populer apa saja yang pernah
menyambangi stasiun televisi satu untuk semua ini.
Dari sekian banyak anime fenomenal yang telah mengudara ini, tema
yang ada memang cukup disukai oleh masyarakat Indonesia. Bahkan,
anak-anak pada eranya tak henti-hentinya membicarakan di sekolah.
Lantas, apa saja anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV? Simak enam deretan terpilihnya berikut ini.
Samurai X
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Samurai X
Samurai X atau yang di Jepang dikenal sebagai Rurouni Kenshin memang telah menjadi salah satu judul anime populer di Indonesia.
SCTV telah berjasa dalam menayangkan salah satu mahakarya Nobuhiro
Watsuki ini. Apalagi, para pengisi suaranya mampu menghidupkan karakter
Kenshin, Sanosuke, Kaoru, dan Yahiko secara tepat.
Anime Samurai X memiliki jumlah episode sebanyak 95 buah dan
penayangannya sempat berpindah ke stasiun televisi lain. Saat tayang di
SCTV, lagu pembuka dan penutup asli yang berbahasa Jepang tak diubah,
hingga membuat para otaku bersorak gembira.
Popolocrois
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Popolocrois
Kisah dalam Popolocrois memang berasal dari video game. Akan tetapi
setelah dirilis ke dalam format anime, SCTV tak ketinggalan menayangkan
petualangan Pangeran Pietro ini.
Ditambah lagi, para pengisi suara yang menghidupkan masing-masing
karakter pun terdengar menggemaskan, sesuai dengan desain tokohnya.
Anime Popolocrois
Konsep cerita anime yang sangat kental dengan nuansa fantasi dan
kerajaan ini, turut dihiasi oleh soundtracknya yang indah. Kebetulan,
lagunya pun tak dialih suara ke bahasa Indonesia. Jadi, melodi-melodi
aslinya pun tiba di telinga kita.
B'T X
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
B'T X
Anime yang diadaptasi dari manga ciptaan pengarang Saint Seiya,
Masami Kurumada ini, pernah menjadi favorit anak-anak di Indonesia pada
masanya saat tayang di SCTV.
Apalagi di dalam ceritanya terkandung unsur-unsur menggugah yang
cukup menginspirasi. Soundtrack yang dialih suara pun tak mengurangi
kenikmatan dalam menonton.
Simak anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV.
Berbeda dengan Saint Seiya yang kala itu pernah tayang di stasiun
televisi lain, B'T X mengangkat konsep pendekar yang bertarung dengan
robot berbentuk hewan tunggangannya demi mengungkap misteri Kerajaan
Mesin.
Tokyo Mew Mew
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Tokyo Mew Mew
Dihiasi oleh karakter yang manis dan imut, Tokyo Mew Mew memusatkan
pada lima gadis berkekuatan hewan yang membentuk sebuah kelompok
pemberantas kejahatan.
Tentunya, SCTV pernah membuat para otaku wanita di Indonesia bergembira setelah menayangkan anime ini di hari libur.
Ada enam judul anime seru yang sangat sesuai bagi para perempuan. Apa saja itu?
Memang, kala itu anime bertema sama seperti Sailor Moon dan Wedding
Peach terlebih dahulu populer di layar kaca Indonesia. Akan tetapi,
Tokyo Mew Mew sukses memberi nuansa seru tersendiri.
Arale (Dr. Slump)
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Arale (Dr. Slump)
Meskipun anime Dr. Slump sudah tayang sejak 1980-an di Jepang, namun
SCTV berhasil membuat anak-anak Indonesia tertawa berkat penayangan
kisah satu ini ke layar kaca tanah air.
Tema pembuka yang dialih suarakan ke bahasa Indonesia, menjadi satu
rangkaian lirik lagu yang kocak dan menggelitik. Apalagi para pengisi
suaranya sukses membuat kita gemas tanpa mengurangi sisi jenaka.
Salah satu mahakarya pengarang Dragon Ball, Akira Toriyama ini,
aslinya hanya memiliki 18 jilid manga. Akan tetapi, anime aslinya
diputar di Jepang sebanyak 243 episode.
Makibao
Mengenang 6 Anime Fenomenal yang Pernah Tayang di SCTV
Makibao
Anime Makibao atau yang berjudul asli Midori no Makibao, sangat
terkenal ketika tayang di SCTV berkat para pengisi suara yang mampu
mengimbangi unsur komedi di dalamnya.
Aslinya, anime bertema pacuan kuda ini mengudara di Jepang sebanyak 61 episode dari kisah manga yang jumlahnya hanya 16 volume.
Daya tarik Makibao tentu saja pada karakter utamanya, seekor kuda
mungil bernama Midori Makibao yang bercita-cita menjadi juara balap
kuda.
Street Fighter II
Simak anime fenomenal terbaik yang pernah mengudara di SCTV.
Street Fighter II
Selain judul-judul yang telah disebutkan, SCTV juga pernah menayangkan beberapa anime fenomenal nan seru dan menggugah lainnya.
Sebut saja Virtua Fighter, Sakura Wars, Magical Doremi, Monster Farm,
Master Cooking Boy, Street Fighter II V, Ninja Kabamaru, UFO Robot
Grendizer, sampai Magical Doremi.
Dari beberapa judul tersebut, tentunya tersimpan kenangan tersendiri
bagi yang pernah mengalami masa kecil di pertengahan 1990-an hingga awal
tahun 2000.